Home / Ekonomi / Kemenperin Dorong Modernisasi Industri Furnitur Seiring Kenaikan Ekspor Mebel Nasional

Kemenperin Dorong Modernisasi Industri Furnitur Seiring Kenaikan Ekspor Mebel Nasional

majalahsuaraforum.com – Kinerja industri mebel dan kerajinan Indonesia terus menunjukkan tren positif di pasar internasional. Pada triwulan pertama tahun 2026, nilai ekspor sektor ini tercatat mencapai US$ 698,64 juta atau meningkat 2,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan Indowood Expo 2026 di Surabaya. Ajang ini diharapkan dapat mendorong percepatan transformasi industri melalui penerapan teknologi automasi, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar ekspor bagi pelaku usaha nasional.

Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0 Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi, menyampaikan bahwa industri furnitur dan pengolahan kayu masih menjadi salah satu sektor manufaktur yang memiliki peluang besar untuk terus berkembang seiring meningkatnya permintaan dari pasar global.

Menurutnya, sektor tersebut memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan industri manufaktur nasional dan menjadi salah satu penopang ekspor Indonesia. Selain itu, Indonesia memiliki keunggulan berupa ketersediaan sumber daya kehutanan yang melimpah sehingga mampu mendukung daya saing industri dalam jangka panjang.

“Industri furnitur dan pengolahan kayu merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan industri manufaktur nasional dan ekspor Indonesia,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Andi menjelaskan bahwa meskipun tingkat utilisasi industri furnitur nasional masih berada di kisaran 60 persen, kontribusinya terhadap ekspor tetap sangat besar. Sebagian besar hasil produksi bahkan dipasarkan ke luar negeri.

“Saya salut dengan manufaktur furnitur ini. Dengan angka utilisasi 60% pun, angka ekspornya sudah mencapai 80% dari total produksi domestik mereka,” katanya.

Data menunjukkan bahwa nilai ekspor mebel Indonesia tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor manufaktur. Pada tahun 2024, ekspor mebel nasional mencapai sekitar US$ 1,9 miliar, sementara pada 2025 berada di kisaran US$ 1,8 miliar.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nasional. Pada kuartal pertama 2026, nilai ekspor manufaktur mencapai US$ 54,98 miliar atau setara 82,25 persen dari total ekspor Indonesia.

Capaian tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 3,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan bahwa industri pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam upaya menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada, Indowood Expo 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi antara pelaku industri furnitur dan kayu, penyedia teknologi, investor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan bahwa pameran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk, tetapi juga menjadi sarana percepatan modernisasi industri nasional.

Menurut Daswar, kerja sama yang erat antara pelaku industri dan penyedia teknologi akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk furnitur Indonesia di pasar global.

“Kolaborasi antara industri dan penyedia teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing sektor kayu dan furnitur Indonesia di pasar internasional,” ujar Daswar.

Ia berharap pelaku industri dapat memanfaatkan pameran tersebut untuk memperoleh akses terhadap teknologi terkini, memperluas jaringan usaha, sekaligus menemukan peluang investasi baru yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

“Pameran ini diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus mempercepat transfer teknologi ke industri dalam negeri,” tambahnya.

Indowood Expo 2026 diselenggarakan pada 4–6 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai perusahaan nasional maupun internasional yang bergerak di bidang kehutanan, mesin pengolahan kayu, dan manufaktur furnitur. Selain pameran produk dan teknologi, kegiatan ini juga diisi seminar serta workshop yang membahas efisiensi produksi, inovasi manufaktur, hingga teknologi finishing guna meningkatkan daya saing industri mebel dan kerajinan Indonesia di pasar global.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh