majalahsuaraforum.com – Harta kekayaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menjadi perhatian publik setelah namanya dikaitkan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Berdasarkan informasi yang beredar pada Kamis (4/6/2026), Silmy disebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut. Seiring perkembangan kasus itu, laporan kekayaannya yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kembali menjadi sorotan.
Dalam dokumen LHKPN yang disampaikan pada 14 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, total kekayaan Silmy Karim tercatat mencapai Rp234.596.795.910 atau sekitar Rp234,5 miliar.
Jumlah tersebut merupakan hasil pengurangan antara total aset yang dimiliki sebesar Rp243.592.318.544 dengan kewajiban berupa utang senilai Rp8.995.522.634.
Sebagian besar kekayaan Silmy berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp184.024.640.000. Aset properti tersebut tersebar di sejumlah kawasan strategis, terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Dalam laporan yang disampaikan kepada KPK, Silmy tercatat memiliki 11 bidang tanah dan bangunan. Beberapa aset di Jakarta Selatan memiliki nilai mulai dari Rp4,39 miliar hingga Rp43,5 miliar. Selain itu, ia juga memiliki sejumlah properti di Jakarta Timur dengan nilai yang mencapai Rp13,4 miliar.
Tidak hanya properti, Silmy juga melaporkan kepemilikan kendaraan dengan nilai keseluruhan Rp8,475 miliar. Dari tujuh kendaraan yang tercatat, Mercedes G63 keluaran tahun 2022 menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi, yakni sekitar Rp6 miliar.
Koleksi kendaraan lainnya meliputi dua unit sepeda motor Harley-Davidson, Jeep Wrangler, Jeep CJ7, Toyota Land Cruiser, serta Mercedes-Benz 280E yang tergolong kendaraan klasik.
Selain aset berupa properti dan kendaraan, Silmy juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp11,39 miliar. Ia turut melaporkan kepemilikan surat berharga senilai Rp8,69 miliar.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki mencapai Rp31 miliar, menjadikannya salah satu komponen terbesar dalam laporan kekayaan yang disampaikan kepada KPK.
Dengan total kekayaan yang melampaui Rp234 miliar, Silmy Karim termasuk dalam jajaran pejabat negara yang memiliki nilai harta kekayaan cukup besar berdasarkan data LHKPN terbaru yang tersedia.
Sorotan terhadap kekayaan tersebut muncul bersamaan dengan proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan kasus yang ditangani KPK. Hingga kini, perkembangan perkara tersebut masih terus menjadi perhatian publik dan berbagai pihak.
Octa.











