Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Metro Depok tengah melakukan pemeriksaan terhadap seorang anggota polisi yang diduga terlibat dalam perkara korupsi ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Anggota polisi tersebut diketahui bernama Yayat Sudrajat alias Lippo, yang saat ini bertugas di bagian intelijen Polsek Cimanggis.
Dugaan keterlibatan Yayat mencuat setelah namanya disebut dalam sidang kasus korupsi ijon proyek yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada Rabu (8/4/2026). Dalam persidangan tersebut, ia disebut menerima fee proyek dengan total nilai mencapai Rp 16 miliar.
Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan bahwa yang bersangkutan saat ini sedang dimintai keterangan oleh Propam.
“Yang bersangkutan adalah Bagian Intel Polsek Cimanggis. Beliau sudah dimintakan keterangan oleh Propam Polres, tentunya proses pemeriksaan masih berlangsung,” kata Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Sabtu (18/4/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian belum menjelaskan secara rinci materi pemeriksaan yang sedang berlangsung. Made Budi menyatakan proses pendalaman masih berjalan, terutama setelah nama Yayat muncul dalam jalannya persidangan kasus dugaan korupsi proyek tersebut.
Dalam sidang, Yayat alias Lippo disebut menerima uang imbalan dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Bekasi sepanjang periode 2022 hingga 2025. Perkara ini juga menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, sebagai terdakwa.
Berdasarkan keterangannya di persidangan, Yayat mengakui bahwa dirinya memperoleh keuntungan dari proyek-proyek yang dikerjakan oleh pihak tertentu.
Ia juga menyebut menerima bagian sekitar 7 persen dari nilai kontrak proyek yang berasal dari sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Kasus ini kini turut menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi yang masih terus mendalami dugaan keterlibatan Yayat dalam skandal korupsi ijon proyek tersebut.
Pendalaman dilakukan untuk menelusuri lebih jauh aliran dana serta peran pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat penegak hukum yang diduga ikut menikmati keuntungan dari proyek pemerintah, sehingga menambah perhatian terhadap integritas pengawasan internal di tubuh kepolisian.
Hil.











