Home / Nasional / Strategi Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Dinilai Tepat Hadapi Gejolak Global

Strategi Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Dinilai Tepat Hadapi Gejolak Global

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi dampak krisis geopolitik global, khususnya akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan dan kemandirian energi yang menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Pranata Kebijakan Politik dan Ekonomi Nasional (PKPEN), Bambang Widjanarko Setio, menilai bahwa langkah ini merupakan fondasi penting bagi negara yang ingin tetap berdaulat di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi secara mandiri merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional.

“Presiden Prabowo Subianto sudah sejak awal bersiap diri, termasuk agar Indonesia bertahan di tengah krisis geopolitik,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa dalam berbagai kesempatan, Presiden terus menekankan pentingnya kedaulatan dan kemandirian nasional, khususnya dalam sektor pangan dan energi, sebagai strategi jangka panjang.

Di tengah hubungan kerja sama ekonomi internasional, Indonesia dinilai tidak boleh bergantung sepenuhnya pada negara lain. Ketergantungan tersebut berpotensi melemahkan daya tahan ekonomi nasional ketika terjadi gejolak global.

Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat struktur ekonomi domestik agar lebih mandiri dan mampu menghadapi tekanan eksternal, termasuk dampak dari konflik internasional yang memengaruhi rantai pasok energi dan pangan.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh