Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Ledakan dahsyat yang melukai puluhan warga sipil di Bahrain awal Maret 2026 akhirnya menemukan titik terang. Insiden yang sempat dikaitkan dengan serangan drone Iran itu ternyata disebabkan oleh rudal dari sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat.
Peristiwa yang terjadi pada 9 Maret tersebut berlangsung di kawasan Mahazza, Pulau Sitra, dekat ibu kota Manama. Ledakan besar itu mengakibatkan 32 warga sipil terluka, termasuk anak-anak, di area permukiman padat.
Sebelumnya, pihak United States Central Command bersama otoritas Bahrain menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan akibat serangan pesawat tak berawak milik Iran. Tuduhan itu bahkan sempat memperkeruh situasi di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas.
Namun, laporan investigasi yang dikutip dari Reuters membantah klaim tersebut. Temuan menunjukkan bahwa rudal pencegat yang diluncurkan dari sistem Patriot justru menjadi penyebab utama ledakan.
Hasil ini sekaligus memperkuat pernyataan awal dari pihak Iran yang menuding adanya “operasi bendera palsu” atau upaya untuk menciptakan narasi tertentu guna meningkatkan eskalasi konflik.
Pemerintah Bahrain kemudian mengakui keterlibatan sistem pertahanan tersebut dalam insiden itu. Mereka juga tidak dapat menunjukkan bukti yang mendukung klaim sebelumnya bahwa drone Iran bertanggung jawab atas ledakan.
Kasus ini menyoroti kompleksitas konflik di kawasan serta pentingnya verifikasi informasi sebelum menyampaikan tuduhan yang berpotensi memicu ketegangan internasional lebih lanjut.
Red.











