majalahsuaraforum.com – Pemerintah menaruh optimisme tinggi terhadap kinerja ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mampu mencapai kisaran 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa geliat ekonomi selama periode Ramadan menunjukkan tren yang cukup kuat dan memberikan sinyal positif terhadap pencapaian target pertumbuhan tersebut.
“Kelihatannya target 5,5% bisa dicapai dari geliat selama Ramadan kemarin,” ujar Airlangga usai melaksanakan salat Idulfitri di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Utama Lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi di awal tahun. Tradisi belanja kebutuhan pokok, pakaian, hingga perjalanan mudik turut meningkatkan perputaran uang di berbagai sektor.
Selain itu, berbagai kebijakan stimulus dari pemerintah juga berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Inflasi Berpotensi Meningkat Meski pertumbuhan ekonomi diproyeksikan positif, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan inflasi. Salah satu penyebabnya adalah tidak berlanjutnya kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50% yang sebelumnya berlaku hingga Februari 2025.
Menurut Airlangga, pada tahun lalu sektor listrik sempat mengalami deflasi karena adanya insentif tersebut. Namun, pada tahun ini kondisi tersebut tidak terjadi sehingga tekanan inflasi menjadi relatif lebih tinggi.
Beragam Stimulus untuk Jaga Momentum Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah menggulirkan sejumlah program stimulus sejak awal tahun 2026, di antaranya:
Insentif transportasi mudik Lebaran, seperti:
Diskon tiket kereta api dan kapal laut hingga 30%
Tarif penyeberangan gratis 100%
Potongan harga tiket pesawat sekitar 17–18%
Total anggaran program ini mencapai Rp 911,16 miliar.
Bantuan pangan senilai Rp 12 triliun kepada sekitar 35,04 juta keluarga penerima manfaat, berupa:
10 kg beras, 2 liter minyak goreng per bulan (Februari–Maret 2026) Pembayaran THR sebesar Rp 55 triliun bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara, termasuk ASN, PPPK, TNI, Polri, dan pensiunan.
Fondasi Kuat untuk Ekonomi 2026 Dengan kombinasi antara meningkatnya konsumsi masyarakat, stimulus fiskal, dan belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 diperkirakan berada di kisaran 5,5% hingga 5,6% yoy.
Pemerintah berharap capaian ini dapat menjadi pijakan awal yang solid untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026.
Lan.











