Home / TNI/Polri / Habiburokhman Nilai Desakan Oposisi soal Ganti Kapolri sebagai Ukuran Reformasi Polri Itu Keliru

Habiburokhman Nilai Desakan Oposisi soal Ganti Kapolri sebagai Ukuran Reformasi Polri Itu Keliru

majalahsuaraforum.com – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menanggapi pernyataan sejumlah tokoh oposisi yang menyebut reformasi kepolisian baru dapat dianggap berjalan apabila Kapolri diganti. Menurutnya, pandangan tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman atau salah kaprah dalam melihat reformasi institusi Polri.

Habiburokhman menilai aneh apabila pembahasan reformasi yang seharusnya berbasis kajian ilmiah mengenai perubahan kultur dan kelembagaan justru diarahkan pada persoalan individu atau personal.

Ia menegaskan bahwa reformasi dalam bidang apa pun tidak bisa hanya disandarkan pada faktor suka atau tidak suka terhadap seseorang.

Terlebih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai sebagai figur yang selama ini berada di garis depan dalam mempercepat agenda reformasi di tubuh Polri.

“Usulan mereka terasa sangat tendensius, subjektif dan bersudut pandang yang sangat sempit,” katanya, Jumat (6/2/2026).

Data Komisi III: Represifitas Menurun sejak 2021 Habiburokhman juga menyampaikan bahwa data yang dimiliki Komisi III DPR menunjukkan adanya perubahan signifikan sejak Listyo Sigit memimpin Polri pada tahun 2021.

Ia menyebut tingkat represifitas aparat menurun drastis dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, Polri juga dinilai menjadi mitra Komisi III yang paling cepat merespons pengaduan masyarakat.

“Polri juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat,” tandasnya.

Pergantian Kapolri Kewenangan Presiden Lebih lanjut, Habiburokhman menegaskan bahwa pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional Presiden. Oleh sebab itu, menurutnya, keputusan tersebut tidak seharusnya ditekan atau diintervensi oleh tokoh oposisi.

Ia menilai perbedaan politik boleh saja terjadi, namun jangan sampai berubah menjadi tekanan yang keliru kepada Presiden karena justru dapat melemahkan negara.

Habiburokhman juga menyinggung karakter Presiden Prabowo Subianto yang tidak menyukai pembahasan personal dalam konteks institusional.

“Saya paham sekali karakter Presiden Prabowo yang tidak suka berbicara soal personal ketika membahas hal yang bersifat institusional. Selain itu beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau. Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekat, kita dukung reformasi Polri secara kultural,” tuturnya.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh