majalahsuaraforum.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali bergerak menguat pada pekan depan. Menurutnya, pelemahan pasar saham yang sempat terjadi usai mundurnya direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) serta sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental pasar.
Purbaya menilai, kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan manajemen di BEI akibat perubahan kepemimpinan tidak beralasan. Ia menegaskan bahwa sistem tata kelola dan mekanisme kelembagaan di BEI telah dirancang untuk memastikan keberlangsungan operasional tetap berjalan normal.
“Kenapa orang takut? Mereka takut ada kekacauan di manajemen bursa ketika direksinya mundur, tetapi sistemnya sudah cukup baik. Ada mekanisme otomatis yang langsung bisa menggantikan direksi dengan cepat, dan itu berjalan dengan baik,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa tata kelola self regulatory organization (SRO) di pasar modal Indonesia telah berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan maupun kepercayaan pelaku pasar.
“Enggak akan ada gangguan di bursa. Kalau sudah begitu maka investor akan kembali melihat fundamental,” tegas Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan menjadi faktor utama yang menopang prospek penguatan IHSG ke depan. Pemerintah, kata dia, terus melakukan perbaikan dan penyesuaian kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Fundamental ekonominya bagus. Saya perbaiki terus. Akan membaik terus ke depan. Tahun ini mungkin ekonomi bisa tumbuh mendekati 6%,” ujarnya.
Selain dukungan dari sisi makroekonomi, kinerja emiten yang tercatat di bursa juga diproyeksikan membaik dan memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan IHSG.
“Untungnya perusahaan listed juga akan naik. Bursanya akan naik. Anda enggak usah khawatir,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan tekanan lanjutan di pasar saham, Purbaya menepis kekhawatiran tersebut. Ia menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka lebar, mengingat posisi indeks yang dinilainya masih berada pada level yang sehat.
“Enggak lah, pasti naik. Masih di level 8.329, artinya ruang ke depan masih terbuka luas untuk naik,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika pasar saham. Namun, ia menilai risiko penurunan IHSG relatif terbatas karena fondasi ekonomi yang kuat.
“Kalau peluang selalu ada. Cuma berapa peluangnya? Saya pikir peluangnya kecil. Fondasinya bagus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti stabilitas operasional BEI, percepatan proses transisi kepemimpinan, serta respons cepat OJK sebagai faktor penting yang akan memperkuat sentimen investor, khususnya dari dalam negeri.
“Kinerja para SRO cepat, enggak ada kekacauan. Harusnya ini akan mengembangkan kekuatan lokal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang,” pungkas Purbaya.
Lan.











