majalahsuaraforum.com – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi membatalkan undangan kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian yang digagasnya. Langkah tersebut diambil menyusul perdebatan terbuka antara kedua pemimpin terkait isu kedaulatan nasional dan arah tata kelola global.
Keputusan Trump disampaikan melalui akun Truth Social pada Kamis (22/1/2026). Dalam unggahannya, Trump menyampaikan pesan langsung kepada Carney dengan nada tegas dan menyatakan bahwa partisipasi Kanada dalam Dewan Perdamaian telah dicabut.
“Anggap ini sebagai pemberitahuan bahwa Dewan Perdamaian menarik undangannya kepada Anda terkait partisipasi Kanada. Itu akan menjadi dewan pemimpin paling bergengsi yang pernah berkumpul,” tulis Trump.
Dewan Perdamaian merupakan gagasan Trump yang bertujuan mengakhiri berbagai konflik internasional melalui kerja sama para pemimpin dunia. Hingga saat ini, sekitar 35 dari 60 negara yang diundang telah menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi dalam forum tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri Mark Carney sempat menyatakan persetujuan secara prinsip untuk bergabung. Namun, sikap tersebut berubah setelah Carney melakukan kunjungan ke Beijing pekan lalu dan menandatangani perjanjian perdagangan dengan China. Perubahan sikap itu semakin terlihat saat Carney menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos.
Dalam forum tersebut, Carney menyampaikan pandangannya bahwa sistem tata kelola global yang dipimpin Amerika Serikat tengah mengalami keretakan. Ia juga menegaskan bahwa Kanada tidak seharusnya lagi sekadar berupaya “menyenangkan” kekuatan besar demi menjaga stabilitas.
Carney bahkan menegaskan tidak ada jaminan bahwa sikap tunduk atau penyerahan diri akan membawa perdamaian jangka panjang. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Trump, yang menilai Carney tidak menghargai dukungan keamanan dan ekonomi yang selama ini diberikan Washington kepada Ottawa.
“Kanada telah menerima begitu banyak hal secara cuma-cuma dari kita dan mereka seharusnya berterima kasih. Kanada ada karena Amerika. Ingat itu dalam pidato Anda berikutnya, Mark,” cetus Trump.
Menanggapi pernyataan tersebut, Perdana Menteri Mark Carney menyampaikan pidato nasional pada 22 Januari malam. Dalam pidatonya, Carney menegaskan bahwa meskipun Kanada dan Amerika Serikat memiliki hubungan ekonomi dan keamanan yang kuat, keberadaan dan kemakmuran Kanada bukanlah hasil pemberian negara lain.
“Kanada makmur karena kita adalah orang Kanada. Kita adalah penguasa rumah kita sendiri. Ini adalah negara kita, ini adalah masa depan kita, dan pilihan ada di tangan orang Kanada,” tegas Carney.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah Kanada akan menempuh jalur diplomasi tertutup untuk meredakan ketegangan dengan Washington, atau memilih untuk menjaga jarak dari inisiatif Dewan Perdamaian yang diprakarsai oleh Donald Trump tersebut.
Red.











