Home / Kabar Berita / Dunia terbelah usai AS menangkap presiden Venezuela, ini sikap Rusia hingga Brasil

Dunia terbelah usai AS menangkap presiden Venezuela, ini sikap Rusia hingga Brasil

Foto. Ist

majalahsuarafotum.com – Operasi besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro memicu reaksi keras dari berbagai negara. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (3/1/2025) dini hari waktu setempat itu segera menjadi sorotan global dan dinilai berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Amerika Selatan serta tatanan internasional.

Sejumlah pemimpin dunia menilai langkah Washington telah melampaui batas hukum internasional dan kedaulatan negara. Sementara itu, sebagian negara lain justru menyatakan dukungan terbuka terhadap tindakan Amerika Serikat.

Berikut rangkuman sikap dan respons sejumlah negara atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Rusia Kecam Keras Aksi Militer Amerika Serikat Pemerintah Rusia secara tegas mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Moskow menilai tidak ada pembenaran apa pun atas penggunaan kekuatan bersenjata dan penangkapan kepala negara berdaulat.

Kementerian Luar Negeri Rusia menilai pendekatan ideologis Amerika Serikat telah mengalahkan jalur diplomasi dan prinsip hubungan internasional yang pragmatis.

“Pagi ini, Amerika Serikat melakukan aksi agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, dikutip dari CNN Internasional, Senin (5/1/2026).

Sebagai sekutu utama Venezuela di Amerika Selatan, Rusia menegaskan fokus utamanya adalah mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Moskow juga menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela serta mendukung kepemimpinan Bolivarian dalam menjaga kedaulatan nasional.

“Kami kembali menyatakan solidaritas kepada rakyat Venezuela serta dukungan terhadap langkah kepemimpinan Bolivarian dalam menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan negara,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia menegaskan kawasan Amerika Selatan seharusnya tetap menjadi zona damai tanpa intervensi militer dari pihak luar. Hingga pernyataan itu dirilis, tidak ada laporan warga negara Rusia yang menjadi korban dan Kedutaan Besar Rusia di Caracas tetap beroperasi normal.

China Desak Pembebasan Nicolás Maduro China turut melontarkan kecaman keras terhadap langkah Amerika Serikat. Beijing mendesak Washington segera membebaskan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini ditahan setelah penangkapan di Caracas.

Kementerian Luar Negeri China menekankan pentingnya jaminan keselamatan pribadi bagi Maduro dan keluarganya serta menilai penggunaan kekuatan terhadap negara berdaulat sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

“China menyerukan AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Maduro dan istrinya, segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya,” ujar Kementerian Luar Negeri China, dikutip dari CNN Internasional.

Selain itu, China meminta Amerika Serikat menghentikan upaya menggulingkan pemerintahan Venezuela dan memilih jalur dialog serta negosiasi.

“Hentikan upaya untuk menggulingkan rezim Venezuela, dan menyelesaikan masalah ini melalui dialog dan negosiasi,” jelas pernyataan tersebut.

Beijing menegaskan bahwa penyelesaian damai merupakan satu-satunya cara untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas terhadap stabilitas regional dan global.

Brasil: Operasi AS Dinilai Melampaui Batas Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva juga menyuarakan kecamannya. Menurut Lula, pemboman wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai preseden berbahaya yang dapat membuka jalan bagi normalisasi intervensi militer terhadap negara lain.

“Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya telah melampaui batas yang tidak dapat diterima. Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional,” kata Lula, dikutip dari CNN Internasional.

Brasil menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan nasional dalam menyelesaikan konflik antarnegara.

Sikap Spanyol dan Uni Eropa: Tolak Maduro, Tolak Intervensi Sikap berbeda ditunjukkan oleh Spanyol dan sejumlah pemimpin Uni Eropa. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa pemerintahannya tidak mengakui rezim Nicolás Maduro.

Namun demikian, Madrid juga menolak keras intervensi militer Amerika Serikat yang dinilai melanggar hukum internasional dan berpotensi mendorong kawasan ke arah ketidakpastian berkepanjangan.

“Spanyol tidak mengakui rezim Maduro. Tetapi Spanyol juga tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju cakrawala ketidakpastian dan permusuhan,” kata Pedro.

Sejalan dengan itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menekankan pentingnya menilai tindakan Amerika Serikat melalui kerangka hukum internasional yang ketat. Ia menegaskan bahwa tujuan komunitas internasional seharusnya mendorong transisi yang tertib menuju pemerintahan yang dipilih secara sah.

Sementara itu, Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menyatakan Parlemen Eropa tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela. Meski demikian, Uni Eropa tetap menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional, demokrasi, dan kehendak rakyat Venezuela.

Israel dan Ukraina Beri Dukungan kepada Donald Trump Berbeda dengan mayoritas negara lainnya, Israel secara terbuka mendukung langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan ucapan selamat atas apa yang ia sebut sebagai kepemimpinan berani dan bersejarah.

“Selamat, Presiden @realDonaldTrump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian para prajurit pemberani Anda,” tulis Netanyahu.

Dukungan juga datang dari Ukraina. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan negaranya secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas dari kediktatoran dan penindasan.

Menurut Ukraina, rezim Maduro telah melanggar prinsip-prinsip tersebut sehingga hak dan kepentingan rakyat Venezuela harus menjadi prioritas. Ukraina menegaskan dukungannya terhadap perkembangan lanjutan yang sejalan dengan hukum internasional, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat telah memicu perpecahan tajam di antara negara-negara dunia. Sebagian mengecam keras atas dasar kedaulatan dan hukum internasional, sementara sebagian lainnya justru memberikan dukungan politik terhadap langkah Washington.

Situasi ini menempatkan Venezuela dalam pusaran geopolitik yang semakin kompleks. Ke depan, arah penyelesaian krisis sangat bergantung pada kemampuan komunitas internasional untuk mendorong dialog, menahan eskalasi, serta memastikan kepentingan rakyat Venezuela tetap menjadi pusat perhatian.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh