majalahsuaraforum com-Lapas Pasir Putih Nusakambangan Ditjenpas Jateng terus bergerak, kali ini 6 Kg Benih Sidat kembali di Tebar Dalam Kolama yang tersedia oleh Kalapas Pasir Putih, Andi Yudho Sutijono besarta Tim Giatja, Senin(27/10).
Pada hari ini cuaca tampak mendung namun semangat petugas tampak tinggi dan telah sukses menebar benih sidat pada kolam yang telah disediakan. Sebelumnya sebanyak 500 benih sidat sudah di tebar oleh pada dua kolam yang ada.
Kemenimipas Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak program ini Kami lakukam untuk mendukung program akselerasi Menteri Imipas, Agus Andrianto.
Kalapas Pasir Putih, Andi Yudho Sutijono menyampaikan “Budidaya sidat memiliki prospek yang cerah karena memiliki beberapa prospek yaitu Nilai Ekonomi Tinggi karena Sidat memiliki harga jual yang tinggi di pasar lokal maupun internasional, sehingga dapat memberikan keuntungan yang signifikan, permintaan yang tinggi terus meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan yang dimiliki ikan sidat, pertumbuhan yang cepat dalam kondisi budidaya yang baik. Semoga kami diberikan kemudahan dalam merawat sidat ini. Dan terimakasih kepada Kakanwil Ditjenpas Jateng yang telah memberikan saran budidaya sidat ini, “ungkap Andi Yudho.
Sistem yang digunakan dalam budidaya sidat kali inu adalah menggunakan sistem kocor adalah sistem budidaya yang menggunakan sirkulasi air secara terus-menerus (terkocor) untuk menjaga kualitas air tetap optimal, memungkinkan padat tebar yang lebih tinggi, dan meminimalkan risiko penyakit serta kerugian. Sistem ini mengandalkan pompa air untuk terus-menerus mengalirkan air ke kolam, yang membantu menjaga kestabilan suhu air dan membuang kotoran, sehingga lingkungan tumbuh ikan menjadi ideal meskipun padat. Lapas Pasir Putih terus berupaya dan berinovasi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan khususnya di program budidaya sidat.(hil)











