majalahsuaraforum.com – Kabupaten Gayo Lues mendapatkan perhatian serius dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tahun 2025, pemerintah pusat menyetujui usulan pengembangan kopi seluas 1.600 hektare yang diajukan pemerintah daerah, serta menambah dukungan peremajaan kopi 200 hektare.
Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., dalam pertemuan di Pendopo Bupati, Selasa (26/8/2025).
“Alhamdulillah, untuk program pengembangan kopi di Gayo Lues sudah disetujui oleh Kementerian Pertanian RI dengan total luas 1.600 hektare dan 200 hektare untuk peremajaan. Semua itu bersumber dari dana APBN,” ungkap Suhaidi dengan penuh syukur.
Tidak hanya kopi, Kementerian Pertanian juga menyalurkan program lain melalui Gerakan Restorasi Ekonomi Kemasyarakatan (Geretek). Di bawah program tersebut, Gayo Lues akan memperoleh peremajaan kakao seluas 200 hektare.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa dukungan pengembangan kopi tidak hanya datang dari APBN. Melalui berbagai sumber anggaran, sektor perkebunan kopi di daerah tersebut akan diperkuat. Tahun 2025, terdapat tambahan program berupa 50 hektare pengembangan kopi dari Dana Alokasi Umum (DAU), 39 hektare peremajaan kopi dari APBA, serta 25 hektare rehabilitasi kopi. Dengan demikian, total keseluruhan lahan yang mendapat dukungan program kopi pada tahun 2025 mencapai 1.914 hektare.
Menurut Suhaidi, bentuk bantuan yang diberikan pemerintah mencakup bibit kopi dan pupuk yang akan disalurkan untuk para petani. Bantuan itu berasal dari sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.
“Bagi masyarakat Gayo Lues yang memiliki lahan dan ingin menanam kopi, silakan mendaftarkan diri melalui kelompok tani yang ada di desa masing-masing. Luasan lahan yang bisa didaftarkan mulai dari setengah hektare hingga dua hektare per orang,” jelas Bupati.
Setelah pendaftaran dilakukan, kelompok tani diharapkan segera menyerahkan data ke Dinas Pertanian. Data itu kemudian akan diverifikasi untuk memastikan kebenaran lokasi lahan serta kecocokan tanah dengan tanaman kopi.
Bupati juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian untuk menyukseskan program ini. Ia menginstruksikan agar penyuluh segera menyosialisasikan program pengembangan kopi kepada masyarakat.
“Untuk itu, saya menginstruksikan kepada penyuluh pertanian agar gencar menyampaikan informasi kepada masyarakat dan kelompok tani. Harapan kita, dengan adanya program ini, produksi kopi Gayo dapat terus meningkat dan pada akhirnya mampu menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan persetujuan Kementan tersebut, Gayo Lues diprediksi akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia.(Lan)











