Home / Hiburan / Lagu “Siti Mawarni” Viral, Jadi Sorotan Kritik Sosial terhadap Peredaran Narkoba di Sumatera Utara

Lagu “Siti Mawarni” Viral, Jadi Sorotan Kritik Sosial terhadap Peredaran Narkoba di Sumatera Utara

Foto.ist

majalahsuaraforum.com – Fenomena viral tengah terjadi di media sosial setelah lagu berjudul “Siti Mawarni” ramai diperbincangkan publik. Lagu yang diaransemen oleh Amin Wahyudi Harahap, seorang warga Labuhanbatu, Sumatera Utara, mendadak menyebar luas di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga X.

Berbeda dari lagu-lagu viral yang umumnya mengangkat tema hiburan atau percintaan, karya ini justru hadir dengan muatan kritik sosial yang kuat. Isi liriknya menggambarkan keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba, khususnya sabu, yang dinilai semakin mengkhawatirkan di wilayah Sumatera Utara.

Viralnya lagu tersebut tidak hanya menarik perhatian masyarakat umum, tetapi juga memicu diskusi luas terkait kondisi darurat narkotika yang dianggap belum tertangani secara maksim.

Lirik Tajam yang Menyuarakan Kegelisahan Publik Salah satu alasan utama lagu ini menjadi perbincangan adalah karena pemilihan liriknya yang dinilai sangat berani dan lugas. Pencipta lagu menyampaikan keresahan warga melalui syair yang menyentil maraknya aktivitas bandar narkoba serta dugaan adanya pihak yang melindungi praktik tersebut.

Bagian lirik yang paling banyak disorot publik berbunyi:

“Sabu banyak di Sumut Ya Allah, bandar sabu kaya semua, kalau yang beking sabu Ya Allah cepat cabut nyawanya.”

Kalimat tersebut dianggap sebagai bentuk sindiran keras terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung jaringan narkoba. Banyak masyarakat menilai lirik itu mewakili suara rakyat yang selama ini merasa frustrasi terhadap sulitnya pemberantasan narkotika di daerah tersebut.

Tidak sedikit pula warganet yang menganggap lagu ini sebagai bentuk doa dan seruan moral agar peredaran narkoba segera dihentikan demi menyelamatkan generasi muda.

Menjadi Simbol Suara Rakyat Nama “Siti Mawarni” sendiri ramai diperbincangkan di media sosial. Meski banyak yang bertanya siapa sosok di balik nama tersebut, sejumlah sumber menyebut bahwa nama itu bukan merujuk pada individu tertentu, melainkan digunakan sebagai simbol yang merepresentasikan suara masyarakat kecil.

Melalui lagu ini, keresahan warga Sumatera Utara terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba seolah menemukan medium baru untuk disuarakan secara luas. Karya tersebut dinilai berhasil menyampaikan pesan sosial dengan cara yang sederhana namun sangat mengena.

Lagu ini pun menjadi bukti bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana kritik sosial yang kuat dan efektif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

Lirik Lengkap yang Menjadi SorotanBerikut bagian lirik yang banyak beredar dan menjadi perhatian publik:

“Siti Siti Mawarni ya Incek Anak Labuhanbatu”

“Siti Siti Mawarni ya Incek bintiya Solehudin”

“Kalau ada orang yang nyabu yang Allah cepat kasih azabnya”

“Sabu banyak di Sumut ya Allah bandar sabu kaya semua”

“Kalau yang Backing Sabu ya Allah cepat cabut nyawanya”

“Kalau tak dimatikan ya Allah rakyat kita rusak semua”

Lirik tersebut dinilai menggambarkan kondisi sosial yang sedang menjadi kegelisahan warga, khususnya terkait penyalahgunaan narkotika yang dinilai merusak masyarakat.

Aan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh