Majalahsuaraforum.com – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengungkapkan bahwa Korea Utara (Korut) memiliki kemampuan untuk memproduksi antara 10 hingga 20 bom nuklir setiap tahunnya. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri forum Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam kunjungannya ke Amerika Serikat.
Mengutip laporan AFP, Lee menyebut bahwa negara tetangga yang terisolasi tersebut diperkirakan telah merakit puluhan hulu ledak nuklir. Data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) memperkirakan Korut memiliki sekitar 50 hulu ledak dan masih memiliki cukup material fisil untuk memproduksi hingga 40 hulu ledak tambahan.
“ICBM (rudal balistik antarbenua) yang mampu menjangkau Amerika Serikat hampir sepenuhnya dikembangkan, dan mereka (Korut-red) terus membangun kapasitas untuk memproduksi sekitar 10 hingga 20 bom nuklir per tahun,” ujar Lee dalam forum tersebut.
Ancaman ICBM Korut
Selain soal jumlah bom nuklir, Lee juga memperingatkan bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut kini hampir rampung dikembangkan. Senjata itu diyakini mampu menjangkau daratan Amerika Serikat, sehingga meningkatkan kekhawatiran global terhadap potensi ancaman militer dari Pyongyang.
Seruan Meredakan Ketegangan
Meski menyampaikan peringatan keras soal perkembangan nuklir Korut, Lee menegaskan tekadnya untuk memperbaiki hubungan antar-Korea. Ia menyerukan adanya langkah-langkah nyata untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea, yang dalam beberapa tahun terakhir terus memanas akibat uji coba rudal dan retorika militer dari Pyongyang.
Isu nuklir Korea Utara kembali menjadi sorotan internasional seiring laporan tentang percepatan program senjata nuklir dan rudal balistiknya. Hal ini menambah daftar panjang tantangan diplomatik antara Korut, Korsel, Amerika Serikat, serta negara-negara sekutu di kawasan Asia Timur.
Pen. Red.











