Majalahsuaraforum.com – Wartawan senior Indonesia, Andy F. Noya, mengungkapkan pandangannya mengenai musik jazz yang selama ini kerap dianggap sebagai genre eksklusif. Dalam sebuah pernyataan, Andy menegaskan bahwa jazz sesungguhnya adalah musik yang bersifat universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial atau budaya.
“Musik, termasuk jazz, adalah bahasa universal. Tidak seharusnya ada batasan kelas atau segmen pendengar,” ujar Andy. Ia menilai bahwa anggapan bahwa jazz hanya untuk kalangan tertentu sudah usang dan tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman.
Andy juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menikmati musik jazz. Ia kerap mendengarkannya dalam berbagai momen sehari-hari, seperti saat sarapan atau menjelang tidur. Menurutnya, jazz memiliki efek terapeutik yang mampu memberikan ketenangan dan pemulihan setelah hari yang padat.
“Jazz sering menemani saya di pagi hari sambil minum kopi, atau malam hari sebelum tidur. Ada semacam efek healing yang saya rasakan,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi bagaimana jazz kini menjadi lebih inklusif dan beragam, baik dari segi gaya musik maupun penontonnya. Andy mencontohkan acara Jazz Gunung Bromo sebagai salah satu bentuk transformasi jazz yang berhasil menggabungkan berbagai genre dan memikat minat generasi muda.
“Jazz Gunung itu luar biasa. Selain menampilkan musisi jazz, acara ini juga membuka ruang bagi kolaborasi lintas genre. Anak-anak muda datang bukan hanya untuk musik, tapi juga untuk merasakan suasana dan pengalaman yang berbeda,” jelas Andy.
Lebih lanjut, Andy mendorong para musisi jazz untuk berani berkompromi antara idealisme dan realita pasar agar musik jazz bisa lebih menjangkau generasi muda. Menurutnya, pendekatan kreatif seperti pemilihan lokasi pertunjukan yang unik – seperti di gunung, pantai, atau ruang terbuka – bisa menjadi daya tarik tersendiri.
“Musisi jazz tetap bisa menjaga kualitas dan esensi musiknya, tapi jangan lupa bahwa generasi muda juga butuh cara baru untuk berinteraksi dengan musik. Lokasi yang menarik bisa menjadi jembatan,” tambahnya.
Dengan semangat inklusivitas dan adaptasi terhadap selera zaman, Andy F. Noya percaya bahwa jazz bisa tetap hidup, relevan, dan dicintai lintas generasi di Indonesia.
Pen. Nal.











