majalahsuaraforum.com, 8 Juni 2025 — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Penjaringan, Jakarta Utara, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha. Peristiwa ini menyebabkan lebih dari 500 rumah hangus terbakar dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan sementara.
Kebakaran terjadi sejak pagi hari dan baru berhasil dipadamkan hampir 12 jam kemudian, setelah upaya gabungan dari 30 unit mobil pemadam kebakaran dan 150 personel yang dikerahkan ke lokasi. Kondisi padatnya bangunan dan akses jalan yang sempit menyulitkan proses pemadaman.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang meninjau langsung lokasi pengungsian, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah mengerahkan segala upaya untuk menangani dampak kebakaran ini.
“Kami telah mengirimkan bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, toilet portabel juga sudah dipasang di sejumlah titik lokasi pengungsian untuk menjaga kebersihan dan kesehatan warga,” ujar Rano.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. Salah satu langkah yang diusulkan adalah kewajiban bagi setiap Rukun Tetangga (RT) di Jakarta untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR).
“Dengan adanya APAR di setiap RT, setidaknya warga bisa melakukan penanganan awal sebelum api membesar. Ini penting untuk mencegah kebakaran berskala besar seperti yang terjadi kali ini,” tambahnya.
Pemerintah saat ini tengah mendata jumlah warga terdampak dan menyiapkan langkah pemulihan jangka pendek, termasuk pengelolaan pengungsian, pelayanan kesehatan, dan perencanaan rehabilitasi wilayah yang terbakar.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah dan menghindari penggunaan sambungan listrik ilegal, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.
Ditulis oleh: Nala.











