Home / Nasional / Pemerintah Tegaskan Penguatan Jaminan Sosial dalam Konferensi Internasional di UMJ

Pemerintah Tegaskan Penguatan Jaminan Sosial dalam Konferensi Internasional di UMJ

majalahsuaraforum.com –  Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penguatan sistem jaminan sosial sebagai strategi utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Prof. Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom., saat membuka International Conference of Social Work and Social Sciences (ICSWSS) 2025 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (17/5).

Dalam konferensi yang dihadiri perwakilan dari 14 negara ini, Agus menyoroti bahwa cita-cita besar bangsa Indonesia, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, adalah memastikan kebutuhan dasar seluruh rakyat — pangan, sandang, dan papan — dapat terpenuhi melalui sistem perlindungan sosial yang kuat dan berkelanjutan.

“Kementerian Sosial menetapkan 12 kelompok sebagai sasaran atensi sosial, yang harus ditangani secara terpadu dan terarah. Tidak bisa dilakukan secara parsial,” ujar Agus.

Ia juga menjelaskan dua program unggulan Kemensos, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), yang disalurkan rutin setiap tiga bulan melalui pendataan pemerintah daerah. Selain itu, ia memperkenalkan Sekolah Rakyat, program pendidikan untuk masyarakat kurang mampu yang ditargetkan berdiri sebanyak 100 unit di seluruh Indonesia pada 2025.

“Kami harap UMJ bisa menjadi bagian dari gerakan ini, mendirikan Sekolah Rakyat untuk masyarakat,” ungkap Agus.

Sementara itu, Dirjen Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, MA, menilai konferensi ini sebagai ajang refleksi penting bagi ilmu sosial dan pekerjaan sosial dalam menyikapi tantangan pembangunan global, termasuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Sudah saatnya ilmuwan sosial Indonesia menyusun ulang pendekatan keilmuannya agar lebih kontekstual dan mampu memberikan kontribusi orisinal dalam diskursus global,” ujar Ahmad.

Ia berharap forum ini dapat memperkuat peran keilmuan sosial dan humaniora dalam menjawab isu-isu global, sekaligus membawa perspektif lokal Indonesia ke panggung internasional.

Konferensi ICSWSS 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Asian & Pacific Islander Social Work Educators Association (APISWEA) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ. Forum ini membahas beragam isu strategis seputar peran pekerja sosial di tengah dinamika global saat ini.(Dew*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh