majalahsuaraforum.com-Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Sebelum menduduki posisi tersebut, Saleh Mustafa menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Muhammad Saleh Mustafa lahir di Ternate pada 14 Maret 1969. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan militer, khususnya pada kecabangan Infanteri dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Saleh Mustafa merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991. Ia satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil, ia melanjutkan berbagai pendidikan dan pelatihan militer, termasuk Sesarcabif, Dik PARA, Dik PARA Utama, serta Dik Komando pada 1992.
Pendidikan militernya kemudian berlanjut melalui Diklapa I dan II serta Dikreg Seskoad. Ia juga mengikuti pendidikan strategis, antara lain Sesko TNI pada 2015 dan pendidikan di Lemhannas.
Berpengalaman di Berbagai Jabatan Strategis TNI AD
Karier Muhammad Saleh Mustafa banyak diwarnai penugasan di lingkungan Kopassus. Ia pernah dipercaya sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus serta Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.
Pada 2012 hingga 2013, Saleh Mustafa menjabat sebagai Komandan Grup 1/Kopassus. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Asisten Operasi (Asops) Kasdam Iskandar Muda pada periode 2013-2015.
Pengalamannya kemudian berlanjut dengan sejumlah jabatan strategis di TNI AD. Ia pernah menjadi Danrem 132/Tadulako pada 2016-2017, kemudian Kasdam Jaya pada 2019-2021, serta Kaskogabwilhan II pada 2021-2022.
Kariernya semakin meningkat ketika ia dipercaya menduduki jabatan Pangkostrad pada Desember 2023 hingga Juli 2024.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai Pangkostrad, Saleh Mustafa menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI pada Juli 2024 sampai Agustus 2025. Ia kemudian menjalankan tugas sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sebelum akhirnya dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian.
Rangkaian penugasan tersebut membuat Saleh Mustafa memiliki pengalaman dalam berbagai bidang, mulai dari operasi militer, kepemimpinan satuan hingga pengelolaan organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Perhatian terhadap Budaya dan Perdamaian
Selain perjalanan karier militernya, Muhammad Saleh Mustafa juga diketahui memiliki perhatian terhadap persoalan budaya dan perdamaian.
Pada 8 Oktober 2016, ia merilis buku berjudul Menuai Damai di Tanah Poso. Buku tersebut membahas potensi adat istiadat serta kearifan budaya lokal di wilayah Poso.
Buku itu turut menggambarkan pandangannya mengenai pemanfaatan kearifan lokal sebagai potensi wisata. Pendekatan budaya juga menjadi salah satu aspek yang diangkat dalam pembahasan mengenai upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di daerah yang pernah mengalami konflik.
Dalam perjalanan kariernya, Saleh Mustafa juga disebut dikenal memiliki hubungan baik dengan rekan sejawat maupun bawahannya.
Ia menerima sejumlah penghargaan selama menjalankan tugas di lingkungan TNI sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjalankan tugas negara.
Kini, setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Pengalaman panjangnya di bidang militer menjadi bagian dari latar belakang yang dibawanya dalam menjalankan tugas di pemerintahan.(dw)











