majalahsuaraforum.com-Kegiatan kemandirian di Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus dikembangkan melalui pemanfaatan potensi alam yang tersedia di lingkungan lapas. Salah satunya dengan memanfaatkan **daun pepaya sebagai bahan alami pendukung kesehatan dan perawatan entok** yang menjadi bagian dari program peternakan.
Petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memanfaatkan daun pepaya yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan lapas untuk diolah dan diberikan sebagai bagian dari pakan tambahan entok. Pemanfaatan bahan alami tersebut menjadi langkah sederhana dan efisien dalam mendukung pemeliharaan ternak sekaligus mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan Lapas Pemuda Plantungan.
Daun pepaya dikenal memiliki berbagai kandungan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pakan ternak. Dengan pengelolaan yang tepat, bahan yang tersedia di sekitar lapas dapat dimanfaatkan sehingga kegiatan peternakan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi WBP dalam mengembangkan keterampilan beternak, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga melakukan perawatan kesehatan ternak secara rutin.
Kalapas Pemuda Plantungan, **Suharno**, menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan alami merupakan salah satu bentuk inovasi dalam kegiatan kemandirian.
> “Kita berupaya memanfaatkan apa yang tersedia di lingkungan lapas secara optimal. Daun pepaya menjadi salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dalam perawatan entok. Selain efisien, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan kepada WBP dalam mengelola peternakan,” jelas Suharno.
Lebih lanjut, Suharno menekankan bahwa setiap kegiatan kemandirian harus dilakukan secara terarah dan memperhatikan kebutuhan ternak. Pemanfaatan bahan alami bukan sekadar untuk menghemat biaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pola pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Plantungan terus mendorong WBP untuk mampu memanfaatkan sumber daya yang ada, berinovasi, serta memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.(hil)











