Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Kementerian Sosial (Kemensos) telah mencairkan bantuan senilai Rp435,3 miliar untuk mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana di enam kabupaten/kota di wilayah Sumatra.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa dana bantuan tersebut terdiri atas bantuan jaminan hidup (jadup) dan bantuan isi hunian. Setelah pencairan dilakukan, bantuan tersebut siap disalurkan kepada masyarakat melalui PT Pos.
Enam wilayah yang menjadi penerima bantuan tersebut yakni Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Hari ini bantuan jaminan hidup dan isi hunian untuk enam kabupaten/kota di Sumatra sudah cair. Totalnya Rp435,3 miliar dan siap disalurkan melalui PT Pos kepada masyarakat yang berhak menerima,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Dari keseluruhan anggaran tersebut, bantuan isi hunian mencapai Rp322,827 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi 107.609 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.
Sementara itu, sebesar Rp112,500 miliar dialokasikan dalam bentuk bantuan jaminan hidup untuk 83.333 jiwa.
Aceh Utara Terima Porsi Bantuan Terbesar Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah yang memperoleh alokasi bantuan paling besar dibandingkan lima daerah lainnya. Total bantuan yang disiapkan untuk wilayah tersebut mencapai Rp328,456 miliar.
Rinciannya, bantuan isi hunian diberikan kepada 101.900 KK dengan nilai Rp305,7 miliar. Selain itu, bantuan jaminan hidup dialokasikan bagi 16.857 jiwa dengan nilai Rp22,756 miliar.
Adapun lima wilayah lainnya mendapatkan alokasi berbeda sesuai dengan kebutuhan dan jumlah masyarakat terdampak.
Kabupaten Tapanuli Tengah memperoleh bantuan sebesar Rp72,977 miliar. Kemudian Kota Langsa mendapatkan Rp32,674 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Nagan Raya menerima Rp398,7 juta, Kabupaten Tapanuli Utara mendapatkan Rp267,45 juta, sedangkan Kabupaten Lima Puluh Kota memperoleh Rp553,15 juta.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pencairan bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.
Bantuan jaminan hidup diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan. Sementara bantuan isi hunian ditujukan untuk membantu keluarga terdampak melengkapi kembali berbagai kebutuhan rumah tangga setelah mengalami bencana.
Dengan telah dicairkannya dana tersebut, pemerintah melalui Kemensos selanjutnya mempersiapkan proses penyaluran kepada masyarakat penerima melalui PT Pos.
Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan dan kondisi rumah tangga mereka setelah bencana.
Lan.










