majalahsuaraforum.com – Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli hingga September 2026 di Provinsi Riau. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta akses pangan bagi masyarakat.
Percepatan distribusi bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Kegiatan berlangsung di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dengan didampingi Pemimpin Wilayah Bulog Riau dan Kepri Dani Satrio.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Plt. Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, serta jajaran Bapanas.
Kehadiran langsung unsur pemerintah dalam proses distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan Bantuan Pangan Beras dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran, sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi penerima di Provinsi Riau.
619.290 Penerima Mendapat Alokasi Bantuan Untuk periode Juli–September 2026, Bantuan Pangan Beras di Provinsi Riau dialokasikan kepada 619.290 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Total beras yang disiapkan untuk penerima di provinsi tersebut mencapai 18.578.700 kilogram.
Khusus wilayah Kota Pekanbaru, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 60.478 PBP dengan total kuantum beras mencapai 1.814.340 kilogram.
Sementara itu, Kecamatan Marpoyan Damai memiliki 8.313 PBP dengan alokasi sebanyak 249.390 kilogram beras. Dari jumlah tersebut, Kelurahan Tangkerang Tengah tercatat memiliki 2.512 PBP dengan kuantum bantuan mencapai 75.360 kilogram.
Dari sisi realisasi, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk Kota Pekanbaru pada alokasi Februari–Maret 2026 telah mencapai 100 persen.
Untuk periode Juli–September 2026, realisasi penyaluran tercatat mencapai 50 persen hingga 16 September 2026.
Bulog bersama Bapanas dan pemerintah daerah kemudian terus melakukan percepatan distribusi untuk menyelesaikan penyaluran periode Juli–September. Program tersebut juga akan dilanjutkan untuk alokasi Oktober–Desember 2026 sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat perlindungan serta akses pangan masyarakat.
Kelanjutan bantuan hingga penghujung 2026 tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan program Bantuan Pangan Beras tetap berjalan sampai akhir tahun.
Amran: Bantuan Bentuk Perhatian Pemerintah Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan program Bantuan Pangan Beras merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hadir untuk menjalankan penugasan pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat. Atas perintah Presiden, bantuan pangan disalurkan ke seluruh Indonesia untuk 33,4 juta penerima, termasuk di Provinsi Riau sebanyak 619 ribu penerima. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat Indonesia, dan Bulog siap memastikan bantuan tersebut tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak menerima” ujar Amran.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog untuk menjalankan tugas pemerintah dalam mendistribusikan bantuan pangan kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Bantuan pangan ini merupakan bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang disalurkan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 4. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, bantuan pangan ini terus disalurkan agar dapat diterima dan memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Rizal.
Diikuti Penguatan Produksi Pangan Selain agenda penyaluran Bantuan Pangan Beras, kunjungan di Provinsi Riau juga diisi dengan kegiatan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Riau.
Rangkaian kegiatan turut mencakup penanaman sejumlah komoditas, yakni pohon kelapa, nenas, dan jagung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Berbagai agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem pangan secara menyeluruh. Upaya itu mencakup peningkatan produksi pangan hingga memastikan ketersediaan bahan pangan dapat diakses oleh masyarakat.
Melalui kerja sama antara Bapanas dan Bulog, pemerintah terus mengupayakan agar distribusi Bantuan Pangan Beras berjalan secara optimal sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program hingga penghujung tahun.
Bulog juga menyatakan komitmennya untuk menjaga ketersediaan stok, memastikan kualitas beras, serta mempertahankan kelancaran distribusi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pangan pemerintah sekaligus memastikan bantuan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dw.











