Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkap latar belakang munculnya pembicaraan mengenai tambahan kuota haji ketika Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Arab Saudi.
Dito menjadi salah satu pejabat yang ikut mendampingi Jokowi dalam kunjungan tersebut. Ia kemudian memberikan keterangannya saat hadir sebagai saksi dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi terkait tambahan kuota haji pada Kamis (10/9/2026).
Menurut Dito, keikutsertaannya dalam rombongan kunjungan Jokowi ke Arab Saudi berkaitan dengan sejumlah bidang kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
“Kami mendampingi Bapak Presiden sesuai kerja sama yang diminta oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, salah satunya ada olahraga, perdagangan, energi, penanggulangan terorisme, dan badan halal. Jadi menteri yang ikut memang sebelumnya diatur oleh Kementerian Luar Negeri,” kata Dito.
Pembahasan Kuota Haji Muncul Saat Makan Siang Dalam kesaksiannya, Dito menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai tambahan kuota haji tidak muncul dalam agenda formal pada awal pertemuan antara kedua pihak.
Menurut dia, pembahasan tersebut justru terdengar ketika rangkaian pertemuan bilateral telah memasuki agenda terakhir, yakni saat jamuan makan siang.
“Sebenarnya untuk spesifik tidak ada, itu terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir,” ujarnya.
Dito kembali menegaskan bahwa pada pertemuan formal sebelumnya tidak terdapat pembahasan khusus mengenai tambahan kuota haji.
Ia mengatakan, dirinya mengetahui adanya pembicaraan tersebut ketika agenda pertemuan resmi telah selesai. Saat itu, Raja Arab Saudi menanyakan kembali hal-hal yang perlu menjadi fokus konkret dalam pertemuan antara kedua pemimpin negara.
“Oh tidak ada, itu hanya pada saat itu yang saya dengar dan ikuti karena pertemuan sudah selesai. Dari Raja Arab menanyakan kembali kira-kira poin-poin apa saja yang harus menjadi fokus konkret dari pertemuan kedua pimpinan negara tersebut,” ucapnya.
Dito Tak Mengetahui Jumlah Kuota Tambahan Dalam persidangan tersebut, Dito juga menjelaskan bahwa pembicaraan yang ia ikuti tidak sampai membahas angka atau jumlah kuota haji tambahan yang kemudian diberikan.
Ia menyebut pembahasan mengenai jumlah kuota merupakan bagian dari rapat teknis lanjutan. Dito menegaskan bahwa dirinya tidak mengikuti rapat tersebut sehingga tidak mengetahui secara langsung proses pembahasan mengenai jumlah kuota tambahan.
“Oh tidak ada, tidak ada jumlah, itu kan ada rapat teknis lanjutannya lagi,” ucapnya.
Keterangan Dito tersebut disampaikan dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan yang tengah berjalan. Kesaksiannya turut menjelaskan bahwa pembahasan mengenai tambahan kuota haji baru muncul setelah agenda formal pertemuan Jokowi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi selesai, tepatnya dalam jamuan makan siang.
Octa.










