majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Nusakambangan mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) Aplikasi SDP JALIN yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (5/11).
Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan komunikasi antara lapas dengan keluarga warga binaan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan dilaksanakan secara virtual dengan melibatkan petugas pemasyarakatan serta keluarga inti warga binaan. Dalam pelaksanaannya, Lapas Terbuka Nusakambangan menghadirkan lima orang keluarga warga binaan untuk mengikuti praktik instalasi aplikasi SDP JALIN menggunakan smartphone.
Aplikasi SDP JALIN dikembangkan untuk mendukung penyampaian informasi mengenai proses integrasi warga binaan kepada keluarga dan masyarakat. Melalui aplikasi ini, keluarga diharapkan memperoleh informasi yang jelas dan akurat sehingga memiliki kepastian mengenai proses pemenuhan hak integrasi, seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas.
Kasi Binapi dan Giatja, Agus Pujiono, menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada keluarga warga binaan mengenai pemanfaatan aplikasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap keluarga warga binaan dapat memahami dan memanfaatkan aplikasi SDP JALIN dengan baik, sehingga akses informasi dan komunikasi dengan pihak lapas semakin mudah,” ujar Agus Pujiono.
Salah satu keluarga warga binaan, Niswanto, menyambut baik kegiatan tersebut.“Saya merasa terbantu dengan adanya aplikasi SDP JALIN karena memudahkan keluarga dalam mendapatkan informasi. Semoga ke depannya pelayanan pemasyarakatan semakin mudah dan praktis,” ungkap Niswanto.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan, A. Nurbani, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Transformasi digital menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang transparan, mudah diakses, dan responsif. Kami berharap SDP JALIN dapat memperkuat komunikasi serta kepercayaan antara lapas dan keluarga warga binaan,” tegas A. Nurbani.
Melalui kegiatan ini, Lapas Terbuka Nusakambangan terus mendukung transformasi digital pemasyarakatan guna mewujudkan pelayanan publik yang modern, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(hil)









