Home / Nasional / Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Seluruh Sekolah di Jakarta Mulai PJJ

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Seluruh Sekolah di Jakarta Mulai PJJ

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di wilayah Ibu Kota mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul terpantau­nya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga wilayah Jakarta. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap anak-anak yang termasuk kelompok rentan.

PJJ diberlakukan bagi berbagai jenjang dan satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

“PJJ berlaku bagi sekolah PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, SMK negeri dan swasta yang berada di Jakarta,” demikian dilansir dari laman Instagram DKI Jakarta.

Pemprov Pantau Perkembangan Erupsi Sebelum keputusan PJJ diumumkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Api Anak Krakatau.

Pemantauan dilakukan karena abu vulkanik dari aktivitas erupsi tersebut telah terdeteksi menyebar hingga Ibu Kota. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi, khususnya untuk melindungi masyarakat dari dampak abu vulkanik.

“Saat ini, abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta. Karena arah sebaran abu sangat dipengaruhi oleh kondisi angin,” kata Pramono.

Pramono meminta masyarakat Jakarta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak dari sebaran abu vulkanik.

Warga Diminta Terapkan Protokol 5M Bagi wilayah yang sudah terdampak abu vulkanik, Pramono mengimbau masyarakat menerapkan protokol 5M untuk mengurangi risiko paparan.

Langkah pertama adalah menggunakan masker atau alat perlindungan diri, terutama ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Memakai masker atau perlindungan diri, terutama saat berada di luar ruangan. Menutup pintu, jendela, serta sumber air agar tidak terkontaminasi dengan abu vulkanik,” ucap dia.

Langkah berikutnya adalah menutup pintu dan jendela rumah serta melindungi sumber air agar tidak tercemar oleh abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi abu vulkanik cukup tinggi. Selain itu, abu yang menempel di lingkungan sekitar sebaiknya dibersihkan dengan cara dibasahi terlebih dahulu agar partikelnya tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Langkah terakhir adalah memastikan informasi mengenai perkembangan erupsi dan sebaran abu diperoleh dari sumber resmi pemerintah.

“Kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik,” tuturnya.

Warga dengan Keluhan Kesehatan Diminta Periksa Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.

Warga yang mengalami gejala penyakit pada saluran pernapasan maupun gangguan penglihatan yang semakin memburuk diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pramono kembali mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga diri dan anggota keluarga selama kondisi sebaran abu vulkanik masih berlangsung.

“MTetap waspada, lindungi diri dan keluarga. Mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga diri kita sendiri-sendiri dari abu vulkanik,” ujarnya.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh