Home / Kabar Berita / Malaysia Airlines Wajibkan Pemeriksaan Narkoba bagi Seluruh Pilot dan Awak Kabin

Malaysia Airlines Wajibkan Pemeriksaan Narkoba bagi Seluruh Pilot dan Awak Kabin

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Malaysia Airlines menerapkan pemeriksaan narkoba secara menyeluruh terhadap para pilotnya setelah salah satu pilot maskapai tersebut ditangkap di Indonesia dalam kasus dugaan penyelundupan narkoba.

Pemilik Malaysia Airlines, Malaysia Aviation Group (MAG), menyatakan seluruh pilot Malaysia Airlines telah menjalani pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan tidak ada yang positif menggunakan narkoba. Setelah pemeriksaan terhadap pilot selesai, perusahaan akan melanjutkan proses serupa kepada seluruh awak kabin.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah seorang pilot Malaysia Airlines ditangkap pada 28 Juli 2026. Pilot tersebut diamankan oleh otoritas Indonesia setelah ditemukan 26 kilogram narkoba jenis MDMA di dalam koper yang dibawanya ketika tiba di Jakarta dari Kuala Lumpur.

Tidak hanya itu, pemeriksaan urine terhadap pilot tersebut juga menunjukkan adanya indikasi penggunaan kokain dan metamfetamina, berdasarkan keterangan dari kantor bea cukai Indonesia.

Pemeriksaan Ribuan Awak Kabin MAG memastikan pemeriksaan narkoba terhadap awak kabin Malaysia Airlines akan dimulai pada Selasa (18/8/2026). Proses tersebut ditargetkan rampung pada 3 September 2026 dengan jumlah awak kabin yang diperiksa mencapai sekitar 2.840 orang.

Presiden sekaligus Group Chief Executive Officer MAG Captain Nasaruddin A Bakar mengatakan rampungnya pemeriksaan terhadap para pilot menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya perusahaan memperkuat aspek keselamatan dan keamanan operasional.

“Penyelesaian tahap pertama ini merupakan tonggak penting dalam langkah-langkah yang telah kami komitmenkan untuk dilaksanakan. Namun, pekerjaan tidak berhenti di sini,” kata Presiden sekaligus Group Chief Executive Officer MAG Captain Nasaruddin A Bakar dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Setelah pemeriksaan terhadap pilot dan awak kabin Malaysia Airlines dilakukan, MAG juga berencana memperluas pemeriksaan kepada kelompok pekerja operasional lainnya.

Langkah tersebut dilakukan agar prosedur pemeriksaan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh perusahaan penerbangan yang berada dalam naungan MAG.

“Keselamatan tetap menjadi inti dari setiap keputusan yang kami ambil. Kami akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat perlindungan, menjaga standar operasional, serta mempertahankan kepercayaan penumpang dan pemangku kepentingan,” ujar Nasaruddin.

Firefly Juga Jalani Pemeriksaan Selain Malaysia Airlines, MAG diketahui mengoperasikan maskapai penerbangan jarak pendek Firefly serta Amal, maskapai yang melayani penerbangan untuk kebutuhan ibadah haji.

MAG turut menerapkan pemeriksaan narkoba kepada para personel Firefly. Hingga saat ini, lebih dari separuh dari 158 pilot dan 163 awak kabin Firefly telah menjalani tes narkoba.

Hasil pemeriksaan terhadap personel Firefly yang telah dites seluruhnya dinyatakan negatif.

Perusahaan menargetkan pemeriksaan terhadap seluruh pilot dan awak kabin Firefly yang belum menjalani tes dapat diselesaikan paling lambat pada 25 Agustus 2026.

Kebijakan pemeriksaan menyeluruh tersebut menjadi bagian dari langkah MAG untuk memperketat pengawasan terhadap personel penerbangan sekaligus menjaga standar keselamatan operasional dan kepercayaan masyarakat terhadap maskapai yang berada di bawah grup tersebut.

Redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh