majalahsuaraforum.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Berdasarkan hasil pemantauan, gempa susulan diperkirakan dapat terjadi hingga 21 sampai 30 hari setelah gempa utama.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, aktivitas gempa susulan secara umum telah menunjukkan kecenderungan menurun. Meski demikian, peningkatan aktivitas masih mungkin terjadi dalam periode tertentu.
“Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung. Secara umum dari grafik terlihat kecenderungannya menurun, walaupun dalam beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas,” kata Nelly dalam konferensi pers bersama BNPB yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Menurut Nelly, pola kegempaan yang terpantau saat ini menunjukkan aktivitas susulan masih berpotensi berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan. Kendati demikian, intensitas gempa susulan secara keseluruhan diperkirakan terus mengalami penurunan.
Gempa Susulan Terkonsentrasi di Flores BMKG mencatat aktivitas gempa susulan saat ini banyak terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat. Menurut Nelly, pola tersebut berkaitan dengan kondisi zona tektonik di wilayah tersebut.
“BMKG terus melakukan monitoring dan analisis untuk mendapatkan gambaran lebih baik terhadap aktivitas kegempaan tersebut,” ujarnya.
Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik sekaligus memberikan gambaran mengenai potensi gempa susulan berikutnya.
Lebih dari 3.000 Gempa Susulan Tercatat Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 3.002 gempa susulan di wilayah NTT. Gempa-gempa tersebut memiliki magnitudo mulai dari 1,1 hingga 6,2.
Dari ribuan kejadian tersebut, sebanyak 86 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, BMKG mencatat terdapat 25 gempa susulan dengan magnitudo 5 atau lebih.
Nelly menjelaskan, banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari proses alami setelah terjadinya gempa utama berkekuatan besar. Kerak bumi melakukan penyesuaian dan melepaskan energi untuk mencapai kondisi keseimbangan baru.
“Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar,” jelasnya.
Aktivitas Susulan Mengikuti Gempa Utama Gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Peristiwa tersebut kemudian diikuti oleh ribuan gempa susulan yang tercatat oleh BMKG.
Masyarakat di wilayah terdampak masih perlu memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas kegempaan. BMKG akan terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap gempa susulan selama periode pemulihan pascabencana.
Red.











