Home / Hukum - Kriminal / Tiga WBP Terorisme Tinggalkan Paham Radikal, Ikrar Setia NKRI di Lapas Pasir Putih

Tiga WBP Terorisme Tinggalkan Paham Radikal, Ikrar Setia NKRI di Lapas Pasir Putih

majalahsuaraforum.com-Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semakin bermakna di Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan. Sebanyak tiga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terorisme berinisial J, RA, dan YL menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah prosesi yang digelar di Aula Sutrisman Lapas Pasir Putih, Senin (17/8/2026).

Prosesi Ikrar Setia NKRI tersebut dipimpin oleh Kol. Mar. Edy Cahyanto, S.E., M.M., Direktur Bina Tahanan dan Narapidana Terorisme BNPT, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan turut disaksikan oleh Irjen Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT, dan Kol. Mar. Wahyu Herawan, M.Sc., Kasubdit Deradikalisasi Narapidana. Kalapas Pasir Putih turut mendampingi Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT sekaligus memantau langsung jalannya prosesi.

Sejumlah unsur terkait juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala UPT Pemasyarakatan se-Nusakambangan, perwakilan Kepala BNPT, perwakilan Idensos Densus 88, perwakilan Kodim Cilacap, perwakilan Lanal Cilacap, Komandan Kopassus Daun Lumbung Cilacap, Kapolsek Nusakambangan, perwakilan Kejaksaan, serta rohaniawan dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung proses deradikalisasi dan pembinaan WBP terorisme.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ikrar Setia NKRI oleh ketiga WBP. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penciuman Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan dan peneguhan komitmen terhadap bangsa dan negara. Dokumen ikrar selanjutnya ditandatangani oleh para saksi dari BNPT, Idensos Densus 88, Kodim Cilacap, Lanal Cilacap, Kopassus Daun Lumbung Cilacap, Polsek Nusakambangan, Kejaksaan, serta rohaniawan Kemenag Cilacap, sebelum akhirnya disahkan oleh Kalapas Pasir Putih.

Dalam amanatnya, Kol. Mar. Edy Cahyanto menyampaikan bahwa ikrar setia NKRI merupakan bagian dari perjalanan perubahan yang harus dibuktikan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, komitmen yang telah diucapkan harus menjadi titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik dengan menjunjung Pancasila dan NKRI.
“Ikrar yang diucapkan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen yang harus dijaga dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk terus memperbaiki diri, meninggalkan paham yang bertentangan dengan Pancasila, serta kembali berkontribusi secara positif bagi bangsa dan negara,” ujar Edy.

Keberhasilan tiga WBP dalam menyatakan Ikrar Setia NKRI tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan melalui Wali Pemasyarakatan Lapas Pasir Putih, sinergi dengan Idensos Densus 88, serta dukungan BNPT menjadi bagian dari proses yang membantu ketiganya menurunkan tingkat radikalisme dan membangun kembali pemahaman kebangsaan.

Kalapas Pasir Putih menyampaikan apresiasi atas proses yang telah dilalui oleh ketiga WBP. Menurutnya, ikrar tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan pendampingan, komunikasi, dan kemauan untuk berubah dari dalam diri WBP.

“Ikrar setia NKRI ini merupakan salah satu hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama. Ada pendampingan dari Wali Pemasyarakatan, sinergi dengan Idensos Densus 88 dan BNPT, serta yang paling penting adalah adanya kemauan dari WBP untuk membuka diri dan melakukan perubahan. Kami berharap komitmen yang sudah diikrarkan hari ini dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ungkap Kalapas Pasir Putih.

Prosesi Ikrar Setia NKRI menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan di Lapas Pasir Putih tidak berhenti pada pemenuhan hak dan kewajiban selama menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan pada perubahan pola pikir, penguatan wawasan kebangsaan, dan kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.

Tiga ikrar yang terucap di Aula Sutrisman Lapas Pasir Putih menjadi langkah baru bagi J, RA, dan YL. Dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat, proses perubahan tersebut diharapkan terus berlanjut dan menjadi bekal bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan sebagai bagian dari masyarakat serta turut menjaga keutuhan NKRI. Dari proses pembinaan, tumbuh komitmen untuk berubah dan kembali setia kepada Indonesia.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh