majalahsuaraforum.com – Aparat kepolisian tengah menyelidiki temuan ratusan senjata api beserta amunisi yang ditemukan di sebuah ruangan tertutup di salah satu sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Selain senjata, petugas juga menemukan narkoba serta puluhan keping VCD yang kini telah diamankan sebagai barang bukti.
Temuan tersebut pertama kali dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan oleh kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawan, setelah pihak sekolah membuka ruangan yang sebelumnya tertutup untuk keperluan operasional sekolah.
Hermawan menyebut jumlah senjata yang ditemukan sangat besar sehingga pihak yayasan meminta kepolisian menangani kasus tersebut secara serius.
“Jadi, kami perlu informasikan kepada masyarakat bahwa karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata, maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Hermawan, Kamis (6/8/2026).
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa ruangan tersebut dibuka karena akan dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan sekolah. Namun, saat dibuka, pihak sekolah justru menemukan berbagai perlengkapan yang diduga berkaitan dengan senjata.
“Namun, tiba-tiba ketika kita membuka ruangan untuk kepentingan sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata. Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur,” kata Untung.
Berdasarkan temuan awal, barang-barang yang ditemukan antara lain ratusan amunisi berbagai kaliber, senjata genggam, shotgun kaliber 12/70, laras kaliber 5,56 mm, senjata kaliber 40 dan 9 mm, tiga magasin Glock berkapasitas 30 butir, satu magasin Walther kaliber 22, satu magasin M4, serta satu alat pembuat peluru.
Selain senjata dan perlengkapannya, petugas juga menemukan narkoba yang jumlahnya masih dalam pendataan serta sekitar 25 keping VCD dengan berbagai isi yang berbeda.
Untung mempertanyakan alasan adanya barang-barang tersebut di lingkungan sekolah yang setiap hari digunakan oleh peserta didik.
“Saya mohon rekan-rekan tajami omongan saya. Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?,” katanya.
Pihak yayasan berharap kepolisian dapat mengusut asal-usul seluruh barang tersebut sekaligus mengungkap siapa yang menyimpannya di lingkungan sekolah.
“Karena senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap bisa berbahaya bagi siapapun. Apalagi, senjata ini disimpan di tempat sekolah yang tentunya berbahaya bagi para siswa dan para guru. Jadi itu yang kami harapkan, dan kami berharap kepolisian akan sangat serius memprosesnya,” ucapnya.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya penemuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang.
Polisi mengungkapkan bahwa laporan mengenai temuan tersebut telah diterima pada 15 Juli 2026. Sebagai langkah awal penanganan, penyidik membuat Laporan Polisi Model A yang menjadi dasar untuk memulai proses penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan jenis seluruh barang bukti yang ditemukan, asal-usul kepemilikannya, serta pihak yang bertanggung jawab menyimpan senjata, amunisi, narkoba, dan barang-barang lainnya di lokasi tersebut.
Hil.











