majalahsuaraforum.com – Aktor laga Indonesia, Joe Taslim, mengungkapkan bahwa dirinya melakukan serangkaian riset mendalam untuk mempersiapkan peran sebagai Navin, seorang jurnalis investigasi, dalam film aksi terbaru berjudul The Furious.
Demi membangun karakter yang kuat dan realistis, Joe menghabiskan banyak waktu mempelajari berbagai dokumenter yang mengangkat kisah para jurnalis investigasi yang membongkar kasus perdagangan manusia di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting untuk memahami pola kerja serta tantangan yang dihadapi para wartawan investigatif di lapangan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Joe menjelaskan bahwa sebagian besar referensi yang dipelajarinya berasal dari dokumenter internasional yang membahas praktik perdagangan manusia dan upaya pengungkapannya oleh para jurnalis.
“Saya banyak menonton dokumenter, di YouTube banyak banget, ada ABC, In Depth, yang mayoritas mengupas apa yang terjadi oleh jurnalis investigasi, kebanyakan dari Australia, tentang social trafficking di negara Asia Tenggara,” kata Joe.
Karakter Navin yang diperankannya diceritakan sebagai seorang jurnalis investigasi yang tengah memburu dan mengungkap jaringan perdagangan manusia yang beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara. Pendalaman karakter tersebut telah dilakukan jauh sebelum proses syuting dimulai di Bangkok, Thailand.
Joe menuturkan bahwa fokus utama risetnya adalah memahami metode kerja para jurnalis investigasi ketika mengumpulkan informasi, menelusuri jejak pelaku kejahatan, hingga memperoleh bukti yang dapat digunakan untuk mengungkap kasus-kasus besar. Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan jurnalistik, tetapi juga keberanian yang luar biasa.
Melalui dokumenter yang dipelajarinya, Joe berusaha mengikuti setiap tahapan perjalanan para jurnalis investigasi agar dapat memahami secara langsung tekanan dan risiko yang mereka hadapi selama menjalankan tugas.
Ia menilai profesi jurnalis investigasi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan jurnalis pada umumnya. Dalam banyak kasus, mereka harus menyamar, menyusup ke lingkungan tertentu, dan melakukan pengumpulan bukti secara diam-diam untuk mengungkap jaringan kejahatan yang terorganisasi.
“Jadi untuk tahu karakter ini ya harus mengikuti perjalanan dokumenter, merasakan bagaimana perjalanan mereka, sudah bukan jurnalis biasa, tetapi benar-benar seperti detektif, dia mencari bukti masuk under cover (menyamar),“ ungkapnya.
Dari proses riset tersebut, Joe mengaku semakin memahami besarnya ancaman yang membayangi para jurnalis investigasi. Ia melihat bahwa pekerjaan tersebut sering kali menempatkan mereka dalam situasi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
“Dia bisa saja mati melakukan itu, karena risikonya terlalu tinggi,” katanya.
Dalam alur cerita film The Furious, Navin tidak hanya berusaha mengungkap sindikat perdagangan manusia, tetapi juga mencari istrinya yang menghilang saat menjalankan tugas investigasi. Misi pribadi tersebut kemudian membawanya semakin dekat dengan jaringan kejahatan yang selama ini diburunya.
Film ini juga menampilkan kisah Wang Wei yang diperankan oleh aktor Tiongkok Xie Miao. Wang Wei digambarkan sebagai seorang pedagang sederhana yang kehidupannya berubah drastis setelah putrinya menjadi korban penculikan oleh sindikat perdagangan manusia.
Perjalanan pencarian anaknya mempertemukan Wang Wei dengan Navin. Keduanya kemudian bekerja sama untuk membongkar jaringan perdagangan manusia sekaligus menyelamatkan para korban yang masih ditahan oleh para pelaku.
Kolaborasi kedua tokoh tersebut menjadi pusat cerita yang dipenuhi adegan laga menegangkan dan berbagai aksi berisiko tinggi. Film ini juga menghadirkan penampilan aktor sekaligus praktisi bela diri ternama, Yayan Ruhian, yang turut memperkuat jajaran pemain.
The Furious dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 17 Juni 2026 dan menawarkan perpaduan antara aksi, drama, serta isu kemanusiaan terkait perdagangan manusia yang masih menjadi perhatian di berbagai negara Asia Tenggara.
Aan.











