Home / Ekonomi / Rupiah Diprediksi Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global dan Domestik Jadi Pemicu

Rupiah Diprediksi Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global dan Domestik Jadi Pemicu

majalahsuaraforum.com – Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan berat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi mendekati level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat (29/5/2026) apabila tekanan eksternal dan domestik terus berlanjut.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (28/5/2026) pukul 15.00 WIB, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.845 per dolar AS di tengah libur Iduladha pada pasar domestik.

Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan dalam negeri yang secara bersamaan memberikan tekanan terhadap mata uang Indonesia.

“Apa yang memengaruhi? baik dari eksternal maupun internal (domestik), ini sangat mendukung sekali pelemahan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim, Kamis (28/5/2026).

Ia menilai tekanan tersebut masih berpotensi berlanjut pada perdagangan berikutnya sehingga rupiah diperkirakan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

“Ada kemungkinan hari besok, pembukaan pasar besok di hari Jumat, rupiah ini akan mendekati level Rp 18.000,” katanya.

Ibrahim menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang memicu pelemahan rupiah adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur. Kondisi tersebut mendorong investor global mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar AS.

Menurut dia, situasi di Timur Tengah terutama terkait memanasnya kawasan Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran pasar global karena berpotensi mengganggu distribusi energi dunia.

“Yang pertama, tentang masalah geopolitik, geopolitik di Timur Tengah semakin memanas,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketegangan di Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap lonjakan harga minyak dunia yang pada akhirnya memberi tekanan besar bagi negara pengimpor energi seperti Indonesia.

“Ini yang kemungkinan besar akan membuat ketegangan tersendiri di Selat Hormuz yang akan memicu harga minyak naik,” kata Ibrahim.

Selain konflik di Timur Tengah, perang Rusia dan Ukraina juga dinilai masih menjadi faktor yang memperbesar ketidakpastian ekonomi global serta menekan mata uang negara berkembang.

“Ketegangan di Eropa maupun di Timur Tengah ini membuat harga minyak dunia kembali di atas US$ 92 per barel bahkan sekarang di US$ 96 per barel,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut membuat kebutuhan dolar AS meningkat untuk kebutuhan impor energi. Pada saat yang sama, dolar AS juga terus menguat seiring ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve atau The Fed masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

“Kekhawatiran utama Bank Sentral saat ini adalah inflasi yang lebih tinggi daripada kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk,” katanya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut tekanan terhadap rupiah juga berasal dari tingginya kebutuhan dolar AS untuk impor minyak, pembayaran dividen, kebutuhan valuta asing, hingga arus keluar modal asing dari pasar domestik.

“Secara internal bahwa kelemahan mata uang rupiah itu didukung sekali tentang masalah yang pertama adalah harga minyak yang naik cukup tinggi kemudian kebutuhan dolar yang tinggi akibat impor minyak yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menilai Bank Indonesia sebenarnya telah melakukan berbagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun tekanan eksternal dan internal yang terjadi bersamaan membuat rupiah masih rentan mengalami pelemahan lebih lanjut.

“Kekuatan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi ini sudah sekuat mungkin, tetapi kita harus tahu bahwa kekuatan eksternal dan internal ini cukup besar,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, hingga penutupan perdagangan rupiah masih berpotensi bergerak menuju level Rp17.900 per dolar AS dan bahkan mendekati Rp18.000 saat pembukaan perdagangan berikutnya.

“Bisa saja dalam perdagangan sampai sore ini rupiah akan melemah di Rp 17.900,” pungkasnya.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh