Home / Ekonomi / Prabowo Dorong Indonesia Mandiri Produksi Teknologi dan Kendaraan Nasional

Prabowo Dorong Indonesia Mandiri Produksi Teknologi dan Kendaraan Nasional

majalahsuaraforum.com – Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses industrialisasi nasional sebagai langkah memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Melalui strategi tersebut, pemerintah menargetkan Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan industri dan teknologi, mulai dari kendaraan bermotor hingga perangkat elektronik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) APBN Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo menilai industrialisasi menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk impor dan hanya menjadi pasar bagi industri luar negeri. Pemerintah ingin membangun kekuatan industri nasional yang mampu menghasilkan produk bernilai tinggi dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan dalam negeri.

“Kita harus industrialisasi!” kata Prabowo.

Untuk mendukung percepatan industrialisasi tersebut, pemerintah akan memperkuat investasi dan pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Danantara atau BPI Danantara. Lembaga sovereign wealth fund yang dibentuk pemerintah pada 2025 itu disebut akan menjadi instrumen penting dalam mendorong pembangunan industri strategis nasional.

Menurut Prabowo, Danantara dibentuk bukan hanya untuk mengelola investasi negara, tetapi juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset dan kekayaan nasional agar dapat memberikan dampak langsung terhadap pembangunan ekonomi dan penguatan industri domestik.

Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia harus mulai mandiri dalam memproduksi berbagai kebutuhan teknologi dan manufaktur. Ia menyebut pemerintah menargetkan produksi kendaraan dan perangkat elektronik buatan dalam negeri dapat berkembang lebih besar pada masa mendatang.

“Kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, hand phone kita sendiri,” ucap Prabowo.

Untuk mewujudkan target tersebut, Prabowo mengaku telah mengumpulkan para profesor dan pakar nasional guna mempercepat pengembangan industri strategis berbasis kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Selain fokus pada pengembangan industri manufaktur, pemerintah juga terus memperkuat kebijakan hilirisasi sumber daya alam. Langkah tersebut dilakukan agar komoditas unggulan Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah terlebih dahulu di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah lebih besar.

“Kita tidak mau sumber daya alam kita gelondongan diekspor. Nikel sudah kita wajibkan diolah di sini. Bauksit harus diolah di sini. Nanti turunan-turunan batu bara akan kita buat di sini,” ucapnya.

Menurut Prabowo, strategi hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang mampu bersaing di tingkat internasional dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan kemampuan anak bangsa secara maksimal.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh