Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya kasus infeksi Hantavirus yang terjadi pada kapal pesiar MV Hondius. Dari total kasus yang ditemukan, sebanyak 11 penumpang dan kru dilaporkan terinfeksi, dan 3 di antaranya meninggal dunia.
Kapal tersebut diketahui merupakan kapal berbendera Belanda yang telah menyelesaikan pelayaran dan berakhir di Tenerife pada akhir pekan lalu. Setelah kejadian tersebut, sebagian besar penumpang dan kru kemudian dipulangkan ke negara masing-masing untuk menjalani pemantauan kesehatan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa dari 11 kasus yang terkonfirmasi, sebagian besar terdeteksi pada penumpang maupun kru kapal. Ia juga menyebut bahwa sembilan di antaranya terinfeksi varian Andes yang dikenal lebih berbahaya.
“Sejauh ini, 11 kasus telah dilaporkan, termasuk 3 korban meninggal. Kesebelas kasus tersebut terjadi di antara penumpang atau kru kapal,” kata Tedros.
Ia menambahkan bahwa masih terdapat dua kasus lain yang sedang menjalani pemeriksaan laboratorium dan diduga juga terpapar varian Andes. Seluruh pasien yang terinfeksi maupun yang dicurigai terpapar telah diisolasi dan berada dalam pengawasan medis ketat untuk mencegah potensi penyebaran lebih lanjut.
WHO juga mengeluarkan rekomendasi agar para individu yang terpapar dipantau secara ketat di fasilitas karantina atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yakni mulai 10 Mei hingga 21 Juni.
“Rekomendasi WHO adalah agar mereka dipantau secara aktif di fasilitas karantina yang ditentukan atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yaitu 10 Mei, yang berarti sampai tanggal 21 Juni,” kata Tedros.
Selain itu, WHO meminta negara-negara asal penumpang dan kru kapal untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan terhadap warganya serta melaporkan perkembangan kasus sesuai dengan peraturan kesehatan internasional yang berlaku.
Tedros juga menegaskan bahwa setiap individu yang menunjukkan gejala harus segera diisolasi guna mencegah penyebaran lebih luas di masyarakat.
Red.











