majalahsuaraforum.com – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Fokus utama yang saat ini dilakukan adalah memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis secara optimal, proses pemulihan berjalan baik, serta hak santunan diterima tanpa hambatan.
Dudung Abdurachman selaku Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau langsung kondisi para korban. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (29/4/2026).
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (30/4/2026), Dudung menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh proses penanganan berlangsung cepat dan tepat.
“Tadi saya lihat cepat tindakannya dari rumah sakit ini, dan kemudian memastikan bagaimana sistem rehabilitasi dan pasca dari korban ini, bagaimana perawatannya,” kata Dudung dalam keterangan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Selain penanganan medis, pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan hak santunan bagi para korban dan keluarga yang terdampak. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk BPJS, PT KAI, serta asuransi Jasa Raharja Putera.
Menurut Dudung, sinergi antara kementerian dan lembaga terkait menjadi hal yang sangat penting agar seluruh proses penanganan dapat berjalan secara terpadu, mulai dari tahap evakuasi, perawatan, rehabilitasi, hingga pemenuhan hak administratif korban.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur transportasi pascakejadian.
Kantor Staf Presiden turut mendorong adanya tindak lanjut berupa evaluasi teknis serta perbaikan sarana dan prasarana perkeretaapian di wilayah Jawa Barat. Proses koordinasi akan dilakukan bersama kementerian terkait dan PT KAI agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Terkait adanya dugaan perlintasan sebidang liar yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api, pemerintah memastikan akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menetapkan langkah lanjutan.
“Akan kita cek secara keseluruhan, sehingga kalau misalnya muncul hal-hal seperti itu, tentu kita akan berkomunikasi dengan unsur keamanan dan sebagainya,” tuturnya menerangkan.
Pemerintah berharap langkah cepat dalam penanganan korban serta evaluasi infrastruktur ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi kereta api di masa mendatang.
Dw.











