majalahsuaraforum.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke lokasi hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (21/3/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah Presiden melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama masyarakat setempat.
Setelah rangkaian ibadah, Presiden menyempatkan diri bersilaturahmi dalam acara halalbihalal di Masjid Darussalam sebelum menuju lokasi huntara. Kehadiran Presiden bertujuan untuk memastikan kondisi para pengungsi tetap mendapatkan fasilitas yang layak selama masa pemulihan pascabencana.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Presiden masuk langsung ke salah satu unit hunian untuk melihat fasilitas yang tersedia, sekaligus berdialog dengan warga guna mendengar kebutuhan mereka secara langsung.
Presiden juga tampak berinteraksi dengan masyarakat yang telah menunggu untuk bertemu. Bahkan sebelum meninggalkan lokasi, ia menyempatkan diri menyapa warga yang mengantre. Dalam momen santai, Presiden terlihat mengenakan sepatu dengan bantuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya pada pagi hari, Presiden melaksanakan salat Id bersama sekitar 1.300 jemaah di Masjid Darussalam pada pukul 07.30 WIB.
Percepatan Pembangunan Huntara Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan hunian sementara di wilayah terdampak. Hingga saat ini, telah tersedia sekitar 20 blok huntara yang mencakup 240 unit hunian di dua lokasi, termasuk di Desa Bundar.
Selain itu, pembangunan juga tengah berlangsung di empat lokasi tambahan guna menampung lebih banyak warga yang terdampak bencana. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh pengungsi yang sebelumnya tinggal di tenda dapat segera menempati hunian yang lebih layak, terutama sebelum masa Lebaran berakhir.
Pendataan Pengungsi dan Harapan Pemulihan Penentuan penghuni hunian sementara dilakukan berdasarkan data dari pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Langkah ini difokuskan untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.
Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap para korban bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan lebih baik.
Dw.











