Home / Ekonomi / Prabowo Bahas Percepatan Teknologi Energi, Perguruan Tinggi Diminta Bergerak Cepat

Prabowo Bahas Percepatan Teknologi Energi, Perguruan Tinggi Diminta Bergerak Cepat

majalahsuaraforum.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional di tengah eskalasi konflik global.

Brian tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.35 WIB. Sebelum memasuki ruang pertemuan, ia menyampaikan bahwa agenda rapat bersama Presiden berfokus pada penguatan ketahanan energi Indonesia.

“Terkait dengan bagaimana meningkatkan ketahanan energi kita,” kata Brian.

Dampak Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian Isu ketahanan energi kembali mengemuka seiring memanasnya konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat. Situasi semakin tegang setelah Iran menutup Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintas sebagai respons atas serangan militer dari AS dan Israel.

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam distribusi energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari. Gangguan di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga energi serta ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik internasional.

Brian mengakui bahwa eskalasi konflik tersebut dapat berdampak pada pasokan energi nasional. Karena itu, Presiden meminta perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dan inovasi yang mendukung kemandirian energi.

Percepatan Hilirisasi Teknologi Kampus Menurut Brian, dirinya mendapat arahan langsung untuk menginventarisasi teknologi yang telah diteliti dan dikembangkan di berbagai perguruan tinggi, kemudian mempercepat implementasi yang paling siap diterapkan.

“Saya diminta menyiapkan teknologi-teknologi yang sudah diteliti dan dikembangkan di perguruan-perguruan tinggi, mana yang bisa dipercepat untuk mendukung ketahanan energi,” ucap Brian.

Meski belum memerinci jenis teknologi yang dimaksud, ia menegaskan bahwa fokus pemerintah adalah pada solusi yang paling cepat diaplikasikan.

“Semuanya tentu kita lihat, mana yang paling cepat untuk diaplikasikan,” tutur Brian.

Sejumlah Pejabat Turut Menghadap Presiden Selain Brian, sejumlah pejabat negara juga lebih dahulu menghadap Presiden di Istana. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Serangkaian pertemuan tersebut menunjukkan pemerintah tengah mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas energi dan ekonomi nasional.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh