majalahsuaraforum.com – Pemerintah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kepastian ini merujuk pada posisi stok beras nasional yang saat ini berada di kisaran 3,5 juta ton.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa cadangan beras nasional diproyeksikan terus meningkat hingga menembus 6 juta ton dalam waktu dekat. Bahkan, jika tren produksi tetap konsisten hingga akhir tahun, Indonesia berpotensi mencatat surplus beras mencapai 9 juta ton.
“Kami pastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus. Beras kita sangat kuat menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat,” kata dia di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Neraca Pangan Tunjukkan Surplus Komoditas Strategis Selain beras, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga tercatat dalam posisi surplus. Untuk komoditas jagung, ketersediaan mencapai 10.751.000 ton, sementara kebutuhan berada di angka 5.899.000 ton. Dengan demikian, terdapat surplus sebesar 4.852.000 ton.
Komoditas gula konsumsi juga mengalami surplus sebesar 595.000 ton. Sementara itu, cabai besar surplus 74.000 ton dan cabai rawit surplus 105.000 ton.
“Insyaallah, jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita dalam posisi surplus untuk komoditas utama. Beras cukup, jagung cukup, gula konsumsi cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Beberapa komoditas bahkan telah memasuki kategori siap ekspor. Minyak goreng mencatat surplus sebesar 3.556.000 ton. Daging ayam mengalami surplus 728.000 ton, telur ayam 349.000 ton, serta bawang merah 57.000 ton.
“Minyak goreng kita surplus besar, ayam dan telur juga lebih dari cukup. Ini bukti bahwa produksi dalam negeri kuat dan mampu menopang kebutuhan nasional, bahkan untuk ekspor,” ujarnya.
Pengawalan Produksi dan Distribusi Diperketat Amran menambahkan, pemerintah terus mengawal proses produksi dan distribusi pangan, termasuk penguatan stok di seluruh wilayah. Langkah ini dilakukan terutama menjelang peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
“Petani kita kawal, penyuluh di lapangan sudah kami kerahkan. Ini kami pantau harian. Jadi, stok ada, produksi berjalan, distribusi kita kawal. Target kami sederhana, Lebaran tenang, harga stabil, masyarakat tersenyum,” pungkasnya.
DKI Jakarta Pastikan Stok Lebih dari Cukup Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di ibu kota dalam kondisi lebih dari cukup menjelang Idulfitri.
“Karena kita sebentar lagi menyambut Idulfitri, kebutuhan utama di Jakarta yang menyangkut cabai keriting, daging, beras sekarang ini stoknya lebih dari cukup,” ujar Pramono usai menghadiri JIS Ramadan Fest 2026 di Jakarta Utara, Minggu.
Ia menyebutkan, komoditas daging yang biasanya menjadi perhatian menjelang Lebaran kini dalam kondisi terkendali. Berdasarkan pemantauan harga di pasar-pasar utama Jakarta, belum terjadi kenaikan signifikan.
“Kalau kita pantau dari semua harga-harga di pasar utama Jakarta, kenaikannya belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi. Saya tetap memantau, mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik,” katanya.
Lan.











