Home / Nasional / Pemkot Banda Aceh Pastikan Takjil Ramadhan Aman, Hasil Uji BPOM Bebas Zat Berbahaya

Pemkot Banda Aceh Pastikan Takjil Ramadhan Aman, Hasil Uji BPOM Bebas Zat Berbahaya

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan seluruh takjil yang dijual selama bulan Ramadhan dalam kondisi aman untuk dikonsumsi. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, setelah hasil uji cepat menunjukkan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada makanan dan minuman yang diperiksa.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang membeli penganan berbuka puasa di berbagai titik penjualan takjil.

Uji Sampel Libatkan BBPOM Aceh Pengujian takjil dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Aceh yang turun langsung ke lapangan. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan Jalan Tgk Pulo Dibaroh, Kecamatan Baiturrahman.

Sebanyak 60 sampel takjil dan berbagai jenis makanan lainnya diuji secara menyeluruh oleh tim BBPOM Aceh. Pemeriksaan meliputi minuman segar, bakso, mi, serta aneka jajanan yang umum dijumpai saat Ramadhan.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, memastikan bahwa seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil yang aman.

Dari total 60 sampel yang diuji, tidak ditemukan kandungan boraks, formalin, metanil yellow, maupun rhodamin B. Hasil tersebut menjadi indikator kuat bahwa takjil yang dijual di Banda Aceh bebas dari zat kimia berbahaya.

Langkah pengawasan ini dilakukan tidak hanya untuk mendeteksi potensi pelanggaran, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan konsumen serta komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pangan di daerah.

Apresiasi untuk Pedagang dan Edukasi Berkelanjutan Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang dinilai semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan. Menurutnya, para pelaku usaha kini semakin jujur dan bertanggung jawab dalam menyajikan produk kepada masyarakat tanpa menggunakan bahan tambahan berbahaya.

Riyanto juga menegaskan bahwa peningkatan kesadaran pedagang merupakan hasil dari edukasi yang terus dilakukan BBPOM Aceh. Program pembinaan tersebut menekankan pentingnya penggunaan bahan baku yang aman serta praktik produksi pangan yang baik.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, pengawasan terhadap takjil akan terus dilakukan secara rutin selama Ramadhan. Pemerintah daerah bersama BBPOM Aceh berkomitmen menjaga standar keamanan pangan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa tenang dan nyaman.

Dengan hasil pengujian yang konsisten menunjukkan tidak adanya bahan berbahaya, Pemkot Banda Aceh berharap kepercayaan masyarakat terhadap kuliner lokal semakin meningkat serta mendorong terciptanya lingkungan usaha yang sehat dan bertanggung jawab.

Dw.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh