majalahsuaraforum.com – Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya kedekatan TNI dengan rakyat saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Setya Pandya Cakti (SPC) di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Kamis (26/2/2026).
Dalam arahannya kepada para prajurit, Menteri Pertahanan RI itu menekankan bahwa tugas utama TNI adalah mengabdi kepada rakyat. Ia mengingatkan bahwa seluruh pembinaan, fasilitas, dan dukungan yang diterima prajurit sejatinya berasal dari jerih payah masyarakat.
“Negara memang bertugas untuk membina kamu. Tapi ingat, negara kamu itu membina, itu adalah hasil jerih payah rakyat. Jadi kita harus membalas jasa rakyat kepada kita,” ujar Sjafrie di hadapan prajurit.
Ia pun memberi penegasan agar tidak ada satu pun prajurit yang melukai hati masyarakat. Menurutnya, prajurit TNI harus menjadi bagian dari keluarga besar rakyat Indonesia.
“Karena itu saya minta kepada kalian, jangan ada satu orang prajurit yang menyakiti hati rakyat. Kamu harus menjadi keluarga besar rakyat Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Menhan menilai kebersamaan TNI dan rakyat merupakan fondasi utama kekuatan pertahanan nasional. Dengan dukungan rakyat, TNI diyakini mampu menghadapi berbagai potensi ancaman, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Kalau kamu bersama rakyat, maka kita akan kuat menghadapi berbagai ancaman. Baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Paham ini,” tegasnya.
Selain menekankan aspek kedekatan sosial, Sjafrie juga mengingatkan bahwa para prajurit telah dibekali kemampuan dan keterampilan selama masa pembinaan. Ia mendorong agar ilmu tersebut dipraktikkan secara nyata, termasuk dalam membantu masyarakat sekitar satuan.
“Itu yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Dan saya juga sudah melihat bahwa kamu banyak mempunyai pekerjaan-pekerjaan yang bisa membantu rakyat di sekelilingmu,” ucapnya.
Salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan, menurutnya, adalah membantu mengurangi potensi kerawanan di lingkungan sekitar markas. Ia menyebut lokasi tersebut sebagai marshalling area yang bersifat sementara sebelum prajurit menempati pangkalan baru.
“Kamu bisa membantu mengurangi kerawanan yang terjadi di sekeliling tempat tinggalmu. Tempat ini adalah marshalling area,” katanya.
Menhan juga mengingatkan bahwa pangkalan baru yang nantinya akan ditempati merupakan hasil jerih payah rakyat. Karena itu, para prajurit diminta mensyukuri fasilitas yang telah disiapkan negara.
“Kamu tidak akan lama tinggal di sini, tapi kamu akan pindah di pangkalan yang baru. Dan pangkalan yang baru itu adalah hasil jerih payah rakyat. Kamu bersyukur sudah menjadi prajurit yang dipersiapkan tempat tinggal yang mumpuni, yang bagus,” pungkasnya.
Hil.











