majalahsuaraforum.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menilai pihak-pihak yang berkeinginan meniadakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah program sosial lainnya sebagai sikap yang bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Pigai saat merespons teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Sebelumnya, melalui akun Instagram pribadinya, Tiyo sempat mengunggah video mengenakan kaos bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” sebagai bentuk kritik terhadap program MBG.
Pigai menegaskan bahwa program-program seperti Makanan Bergizi Gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dasar masyarakat.
“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” ujar Pigai, Jumat (20/2/2026).
Kritik Boleh, Namun Bukan untuk Meniadakan Menurut Pigai, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia menekankan bahwa kritik tersebut seharusnya tidak diarahkan untuk menghapus program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat kecil.
Ia juga mengingatkan agar program-program sosial tidak ditarik ke dalam kepentingan politik elektoral.
“Maaf ya ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil, itu orang jahat. Orang yang tidak punya nurani. Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin. Orang yang menderita, orang yang lapar, orang yang kesehatannya susah diperiksa. Jahat menurut saya,” ungkapnya.
Pigai menegaskan bahwa keberadaan program-program tersebut ditujukan untuk membantu kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu. Karena itu, menurutnya, perdebatan seputar kebijakan sebaiknya tetap berada dalam koridor substansi dan tidak mengabaikan kepentingan warga yang membutuhkan.
Octa.











