Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah sebuah jet tempur Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menembak jatuh drone milik Iran pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
Menurut keterangan Komando Pusat militer AS, drone tersebut bertindak agresif dengan mendekati kapal induk AS Abraham Lincoln yang sedang melintasi wilayah Laut Arab.
“Kapal induk Abraham Lincoln beroperasi sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran ketika sebuah drone Iran Shahed-139 bermanuver secara tidak perlu ke arah kapal,” kata Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, Rabu (4/2/2026).
Insiden Lain di Selat Hormuz Kapten Hawkins juga menjelaskan bahwa beberapa jam setelah insiden penembakan drone, terjadi peristiwa lain yang melibatkan kapal-kapal Iran di kawasan Selat Hormuz.
Dalam kejadian terpisah tersebut, dua kapal Iran bersama sebuah drone Mohajer Iran dilaporkan mengganggu kapal dagang berbendera AS yang diawaki oleh warga Amerika dan tengah berlayar secara legal melintasi jalur perdagangan strategis itu.
“Sebuah kapal perusak rudal berpemandu AS yang beroperasi di daerah tersebut langsung merespons kapal-kapal Korps Garda Revolusi Islam. Angkatan Udara AS memberikan perlindungan udara defensif, dan situasi akhirnya bisa mereda. Kapal tanker berbendera AS tersebut berlayar dengan aman,” ungkap Kapten Hawkins.
Ketegangan AS-Iran Terus Memanas Penembakan drone ini terjadi di tengah meningkatnya tensi antara Washington dan Teheran. Militer AS saat ini disebut tengah memperkuat kehadiran dan kesiapan di kawasan untuk mengantisipasi potensi konfrontasi lebih luas dengan Iran.
Pada Januari 2026, Presiden AS Donald Trump bahkan sempat melontarkan ancaman akan menyerang Iran secara militer. Ancaman itu muncul setelah pemerintah Iran dinilai melakukan tindakan keras terhadap massa dalam unjuk rasa antipemerintah yang dimulai pada akhir Desember 2025 di Teheran.
Fokus Trump Beralih ke Program Nuklir Iran Setelah situasi protes mulai mereda, perhatian Trump kini bergeser pada upaya menekan Iran agar menyepakati perjanjian baru yang bertujuan mengakhiri program nuklirnya.
Selain itu, Trump juga menuntut Iran menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah, seperti Hamas, Hizbullah, serta Houthi yang beroperasi di Yaman.
Insiden drone yang ditembak jatuh ini semakin menambah kekhawatiran bahwa konflik antara AS dan Iran dapat kembali memanas di wilayah yang selama ini sudah rentan terhadap ketidakstabilan geopolitik.
Red.











