Home / Ekonomi / Hadapi Gejolak Global, Pemerintah Perkuat Produksi dan Stok Minyak Nasional

Hadapi Gejolak Global, Pemerintah Perkuat Produksi dan Stok Minyak Nasional

majalahsuaraforum.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat ketahanan energi nasional sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika geopolitik global. Salah satu fokus utama dilakukan melalui peningkatan produksi minyak dalam negeri dan penguatan cadangan strategis minyak nasional, seiring meningkatnya tensi politik internasional, termasuk konflik yang terjadi di Venezuela.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menyikapi ketidakpastian global yang berpotensi berdampak pada pasokan energi. Menurutnya, berbagai langkah telah disiapkan untuk memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga.

“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ujar Dwi Anggia, Selasa (6/1/2026).

Upaya peningkatan produksi minyak nasional dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan metode produksi modern. Pemerintah mendorong penerapan teknik hydraulic fracturing (fracking), enhanced oil recovery (EOR), serta horizontal drilling guna meningkatkan tingkat perolehan minyak dari lapangan-lapangan yang sudah ada.

Selain aspek teknis, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan untuk menarik minat investor di sektor hulu minyak dan gas bumi. Insentif yang ditawarkan mencakup reformasi fiskal, percepatan proses perizinan, hingga peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier yang masih memiliki potensi cadangan migas.

Dalam rangka mendongkrak produksi, Kementerian ESDM turut mendorong reaktivasi sekitar 4.500 sumur minyak idle yang tersebar di sejumlah daerah. Sumur-sumur tersebut dinilai masih memiliki potensi produksi yang dapat dioptimalkan dengan dukungan teknologi dan investasi yang tepat.

“Kondisi ini (situasi Venezuela) terus dipantau,” ucap Anggia.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kondisi geopolitik di Venezuela tidak berdampak langsung terhadap aset migas milik Indonesia di negara tersebut. PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan operasional perusahaan tetap berjalan normal meskipun terjadi serangan Amerika Serikat ke Venezuela.

PIEP diketahui menguasai 71,09% saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset migas di Venezuela. Perusahaan juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

Langkah koordinasi ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan keberlangsungan operasional di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Selama ini, PIEP aktif melakukan akuisisi dan pengelolaan lapangan migas di berbagai negara sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.

Hingga saat ini, Pertamina tercatat memiliki aset migas di 11 negara, yakni Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela. Keberadaan aset tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh