Home / Ekonomi / Danantara Pastikan Pembangunan 15.000 Hunian bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

Danantara Pastikan Pembangunan 15.000 Hunian bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

majalahsuaraforum com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia) menegaskan komitmennya dalam pembangunan rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh serta sejumlah daerah di Sumatera. Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana melalui penyediaan hunian yang layak dan aman.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa proyek perumahan ini diberi nama Hunian Danantara (Huntara). Total hunian yang akan dibangun mencapai sekitar 15.000 unit, dengan target penyelesaian seluruh pembangunan dalam waktu tiga bulan ke depan.

Pada tahap awal pelaksanaan, Danantara menargetkan pembangunan 500 unit rumah yang siap digunakan dalam pekan berjalan. Target tersebut disampaikan Rosan setelah dirinya melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebanyak 15.000 unit rumah bagi korban bencana Sumatera yang ditargetkan rampung dalam waktu 3 bulan, melalui penggerakan kekuatan BUMN secara terpadu,” ungkap Rosan Selasa (30/12/2025).

Tahapan Pembangunan Hunian Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Danantara akan membangun 15.000 unit rumah bagi para korban bencana alam di Aceh dan wilayah Sumatera. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah yang merupakan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pada tahap pertama, sebanyak 2.500 unit hunian telah berhasil dibangun pada pekan sebelumnya. Selanjutnya, pembangunan tahap kedua yang mencakup 2.500 unit hunian tetap direncanakan mulai dilaksanakan pada awal pekan berikutnya.

Hunian yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi sanitasi air bersih, rumah ibadah, pasokan listrik, jaringan wi-fi, serta sarana pendukung bagi anak-anak.

“Total 15.000 unit hunian ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan,” ujar Teddy seperti dilansir dari situs Setkab, Minggu (28/12/2025).

Dukungan Lintas Kementerian dan Lembaga Selain pembangunan yang dilakukan oleh Danantara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memulai pembangunan 4.500 unit hunian sementara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana.

Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman turut mengambil peran dengan menginisiasi pembangunan hunian tetap di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari program pemulihan jangka menengah dan panjang.

Teddy menegaskan bahwa seluruh pembangunan hunian, baik hunian sementara maupun hunian tetap, dilakukan dengan memperhatikan sejumlah ketentuan penting. Ketentuan tersebut antara lain memastikan lokasi hunian tidak berada di kawasan rawan bencana, memiliki akses yang memadai ke jalan utama dan fasilitas umum, serta berada relatif dekat dengan tempat tinggal dan aktivitas kerja masyarakat terdampak.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama dalam penyediaan lokasi dan pengaturan perpindahan warga ke hunian yang telah disiapkan.

“Pemerintah daerah diharapkan berperan aktif dalam proses penyediaan lokasi serta pengaturan perpindahan penghuni ke hunian yang telah dibangun,” kata Teddy.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh