Home / Nasional / Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Dorong Produktivitas Nasional dan Lindungi Ekonomi Rakyat

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Dorong Produktivitas Nasional dan Lindungi Ekonomi Rakyat

majalahsuaraforum.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah dinilai tidak akan memicu kenaikan harga bahan pokok seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak. Sebaliknya, program tersebut justru diyakini mampu menjadi penggerak peningkatan produktivitas nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Ekonom sekaligus mantan Direktur Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Harryadin Mahardika, menilai kekhawatiran akan lonjakan harga pangan akibat implementasi MBG tidak memiliki dasar kuat. Menurutnya, dengan beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mekanisme distribusi pangan menjadi lebih terkendali.

Ia menjelaskan bahwa sebelum Program MBG berjalan, para petani dan peternak berada pada posisi yang lemah karena tidak memiliki akses langsung untuk menjual produk mereka ke masyarakat. Akibatnya, hasil produksi harus melalui perantara seperti tengkulak dan distributor, yang membuka ruang besar bagi praktik spekulasi harga.

“Sebelum Program MBG berjalan, petani, dan peternak tidak punya mekanisme untuk bisa langsung berdagang ke masyarakat. Mereka harus selalu menjual produk mereka ke tengkulak, distributor, dan ini artinya harga gampang dipermainkan spekulan. Justru menurut saya para spekulan agak sulit mempermainkan harga lagi. Karena produk peternak dan petani bisa langsung dibeli SPPG. Jadi opsi bagi petani dan peternak lebih banyak,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Dengan adanya SPPG sebagai bagian dari implementasi MBG, petani dan peternak kini memiliki alternatif pasar yang lebih pasti dan stabil. Kondisi tersebut tidak hanya memberikan kepastian serapan hasil produksi, tetapi juga memperkuat posisi tawar pelaku usaha kecil di sektor pangan.

Lebih lanjut, Harryadin menilai keberadaan MBG dan SPPG akan membantu menjaga stabilitas harga bahan pangan di tingkat konsumen. Alur distribusi yang lebih pendek dan terkontrol dinilai mampu menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi akibat permainan pasar.

Selain berdampak pada sektor produksi dan distribusi pangan, Program MBG juga dinilai sebagai bentuk komitmen negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak. Selama masa libur sekolah, SPPG tetap beroperasi dan mendistribusikan paket makanan bernutrisi kepada para penerima manfaat.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak tetap berjalan meskipun kegiatan belajar mengajar sedang libur. Pemerintah menegaskan bahwa kebutuhan gizi anak merupakan hak dasar yang harus dipenuhi tanpa terputus oleh kalender akademik.

Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun sistem pangan nasional yang lebih adil, stabil, dan berpihak pada ekonomi rakyat.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh