majalahsuaraforum.com — Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBNMI) resmi melantik jajaran Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) masa bakti 2025–2030 dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Gedung Bela Negara, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GBNMI, Dr. H. M. Faisal Manaf, S.E., M.M., MCDO, Laksamana Pertama TNI (Purn.), dan menjadi momentum penting konsolidasi nasional organisasi dalam memperkuat peran strategis bela negara di tingkat daerah.
23 Ketua DPP Provinsi Dilantik Dalam kegiatan itu, Dr. H. Erryl Prima Putera Agoes, S.H., M.H. secara resmi dilantik sebagai Ketua DPP GBNMI Provinsi Sumatera Selatan, bersama 22 Ketua DPP Provinsi lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.
Erryl, yang merupakan putra asli Palembang, didampingi oleh Kamel, S.H. sebagai Sekretaris dan Helena Zafira Inkriwang, S.H. sebagai Bendahara. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru GBNMI di daerah untuk periode lima tahun ke depan.
Penguatan Peran Bela Negara di Daerah Pelantikan tersebut menjadi peneguhan mandat organisasi untuk memperluas implementasi nilai-nilai bela negara secara nyata, kontekstual, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Pengukuhan kepengurusan dilakukan berdasarkan Keputusan Dewan Pimpinan Nasional GBNMI Nomor: 023/SK/DPN-GBN.MI/XII/2025 tentang Mandat Dewan Pimpinan Provinsi GBNMI Sumatera Selatan.
Keputusan tersebut menjadi dasar hukum dan organisatoris bagi jajaran pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi hingga tahun 2030.
Ketum GBNMI: Bela Negara Bukan Hanya Tugas Aparat Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN GBNMI, Muhammad Faisal Manaf, menegaskan bahwa bela negara tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, melainkan kewajiban seluruh warga negara tanpa terkecuali.
“Bela negara adalah kesadaran kolektif. Setiap warga negara memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta persatuan bangsa,” ujar Faisal Manaf.
Ia mengajak seluruh pengurus GBNMI yang baru dilantik untuk aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta melibatkan generasi muda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, konsep bela negara di era saat ini tidak lagi terbatas pada kesiapan fisik atau angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui kontribusi konkret dalam pembangunan nasional.
“Bela negara hari ini adalah membangun ekonomi bangsa, menjaga persatuan, serta memperkuat ketahanan sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” katanya.
GBNMI dan Peran Strategisnya Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang berdiri berdasarkan rekomendasi Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Nomor B/4140/IX/2025/DJPOT tanggal 22 September 2025.
Organisasi ini dibentuk untuk membantu Direktorat Bela Negara dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam upaya pembelaan negara yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Komitmen Ketua DPP GBNMI Sumsel Sementara itu, Ketua DPP GBNMI Provinsi Sumatera Selatan yang baru dilantik, Dr. H. Erryl Prima Putera Agoes, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Mantan Direktur HAM Berat Jampidsus tersebut menegaskan bahwa GBNMI Sumatera Selatan akan memprioritaskan penguatan kaderisasi, pendidikan kebangsaan, serta pelaksanaan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami akan memastikan GBNMI hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif, pemberdayaan, serta sinergi lintas sektor untuk menanamkan nilai-nilai bela negara secara kontekstual dan aplikatif,” ujar Erryl.
Momentum Hari Bela Negara ke-77 Pelantikan pengurus DPP GBNMI masa bakti 2025–2030 ini memiliki makna simbolik yang kuat karena bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara ke-77. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya meneguhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta kesiapsiagaan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global dan domestik.
Dengan kepengurusan baru ini, GBNMI diharapkan semakin solid dan mampu mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan nasional melalui gerakan bela negara yang konstruktif, inklusif, serta berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Hil.











