majalahsuaraforum.com – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi mengumumkan daftar 21 cabang olahraga yang menjadi fokus utama dalam program pembinaan menuju Olimpiade. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa gelaran SEA Games dan Asian Games akan dijadikan tolok ukur penting untuk menilai kesiapan serta perkembangan prestasi atlet nasional sebelum melangkah ke ajang olahraga internasional terbesar tersebut.
“Kita akan fokus di 21 cabang olahraga untuk menuju Olimpiade, SEA Games dan Asian Games sebagai bagian sasaran antara,” ujar Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebelumnya tercatat 17 cabang olahraga prioritas, yaitu: atletik, panahan, sepeda, dayung, senam, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, karate, wushu, panjat tebing, menembak, pencak silat, renang, sepak bola, bola basket, dan bola voli. Pemerintah memastikan DBON kini direvisi untuk menyesuaikan kebutuhan pembinaan atlet elite di jenjang internasional.
Salah satu kebijakan penting dalam pembaruan tersebut ialah penerapan sistem promosi dan degradasi (promdeg) bagi cabor prioritas. Erick mengingatkan bahwa masuknya 21 cabor ke daftar prioritas bukan berarti posisi mereka aman tanpa evaluasi. Pemerintah telah menyiapkan tiga hingga empat cabang olahraga cadangan yang siap masuk apabila ada cabor utama yang menunjukkan performa menurun.
“Kalau cabor besar lengah atau tidak berprestasi, cabor yang di bawahnya bisa menggantikan,” tegasnya.
Selain itu, Erick menyampaikan bahwa pengiriman atlet ke berbagai kompetisi internasional kini tidak boleh lagi dilakukan tanpa strategi yang jelas. Setiap federasi cabor diwajibkan menyusun target kinerja terukur untuk memastikan keikutsertaan atlet memiliki dampak nyata terhadap peningkatan prestasi.
Pendekatan berbasis target ini akan menjadi dasar evaluasi dalam menghadapi SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Erick menekankan pentingnya kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk mendukung pembinaan atlet nasional.
“Ini saya rasa tepat sehingga semua pimpinan cabor, KONI, KOI harus bersatu,” pungkasnya.
Jay.











