Home / Politik / Menhub Targetkan Penyerapan Anggaran Optimal, Realisasi Baru Sentuh 65 Persen di Pertengahan November

Menhub Targetkan Penyerapan Anggaran Optimal, Realisasi Baru Sentuh 65 Persen di Pertengahan November

majalahsuaraforum.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengejar target penyerapan anggaran tahun berjalan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa realisasi belanja kementeriannya hingga 17 November 2025 baru mencapai 65,52 persen dari total pagu efektif.

Dalam laporan terbarunya, Menhub memaparkan bahwa dari pagu anggaran sebesar Rp 29,51 triliun, Kemenhub telah membelanjakan Rp 19,33 triliun. Angka tersebut disampaikan Dudy melalui keterangan resmi (19/25/2025).

“Per 17 November 2025, realisasi belanja Kementerian Perhubungan sebesar Rp 19,33 triliun atau 65,52% dari pagu efektif Rp 29,51 triliun,” ujar Dudy.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong percepatan anggaran menjelang penutupan akhir tahun.

“Kami terus berupaya memaksimalkan realisasi anggaran sampai penutupan tahun ini,” katanya.

Rincian Penyerapan: Ditjen Udara dan Laut Terdepan Menhub juga memaparkan capaian dari masing-masing unit kerja Kemenhub:

Ditjen Perhubungan Laut: Rp 7,2 triliun atau 70% dari pagu Rp 10,3 triliunDitjen Perhubungan Udara: Rp 3,8 triliun atau 74,75% dari pagu Rp 5,1 triliun Ditjen Perkeretaapian: Rp 2,96 triliun atau 44,04% dari anggaran Rp 6,7 triliun Ditjen Perhubungan Darat: Rp 2,5 triliun atau 58,33% dari pagu Rp 4,3 triliun Beberapa unit masih berada di bawah target ideal, khususnya sektor perkeretaapian yang realisasinya belum mencapai 50 persen.

Tantangan: Dampak Skema Buka-Tutup Anggaran 2025 Dudy mengakui bahwa penyerapan yang belum optimal dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis dan administratif. Salah satunya adalah penyesuaian internal terkait kebijakan buka-tutup anggaran yang diberlakukan pada awal tahun 2025.

Menurutnya, mekanisme tersebut memerlukan adaptasi yang tidak sederhana dan berdampak pada keterlambatan koordinasi kegiatan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa beberapa rencana kegiatan masih membutuhkan sinkronisasi dengan berbagai pihak sehingga mempengaruhi percepatan belanja.

Menhub berharap kondisi tersebut tak terulang pada tahun berikutnya.

“Kami berharap koordinasi semakin lancar agar penyerapan bisa dipercepat menjelang akhir tahun. Pengalaman 2025 akan menjadi acuan kami pada 2026,” tutur Dudy.

Fokus 2026: Infrastruktur Konektivitas Jadi Prioritas Selain mengevaluasi penyerapan tahun 2025, Kemenhub juga telah menetapkan arah penggunaan anggaran untuk tahun 2026. Total anggaran tahun depan mencapai Rp 28,48 triliun, dengan lebih dari setengahnya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

Sebanyak 59,2 persen atau Rp 16,8 triliun akan diarahkan untuk pengembangan sarana dan prasarana transportasi yang mendukung keselamatan, keamanan, dan konektivitas nasional.

Dudy memastikan fokus tersebut tetap menjadi prioritas Kemenhub.

“Penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang mendukung aspek keselamatan, keamanan, dan konektivitas akan tetap menjadi prioritas Kemenhub pada 2026,” ujar Menhub.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh