Home / Kabar Berita / Gembong Kriminal Myanmar dan Putranya Dijatuhi Hukuman Mati oleh Pengadilan China atas Kasus Penipuan dan Pembunuhan

Gembong Kriminal Myanmar dan Putranya Dijatuhi Hukuman Mati oleh Pengadilan China atas Kasus Penipuan dan Pembunuhan

majalahsuaraforum.com – Pengadilan di Tiongkok menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang bos sindikat kriminal asal Myanmar bernama Bai Suocheng serta putranya, Bai Yingcang, pada Selasa (4/11/2025). Keduanya dinyatakan bersalah karena memimpin jaringan kejahatan besar yang melakukan penipuan dan perjudian daring, hingga menyebabkan enam warga China tewas.

Keputusan ini dibacakan oleh Pengadilan Shenzhen, Provinsi Guangdong, yang juga menjatuhkan hukuman kepada tiga rekan dekat Bai dengan vonis serupa. Sementara itu, terdapat 16 terdakwa lain yang turut terlibat dalam kejahatan ini dan menerima hukuman berbeda-beda. Dua orang di antaranya dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun, lima lainnya menerima hukuman penjara seumur hidup, dan sembilan orang lainnya dijatuhi hukuman penjara hingga 20 tahun, disertai denda, penyitaan aset, serta deportasi dari wilayah Tiongkok.

Dalam putusan pengadilan dijelaskan bahwa kelompok kriminal pimpinan Bai menjalankan operasi penipuan telekomunikasi dan perjudian online secara besar-besaran, dengan perlindungan bersenjata. Aktivitas ini mengakibatkan enam orang tewas, satu korban bunuh diri, serta beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Pengadilan juga mengungkap bahwa Bai membentuk pasukan bersenjata pribadi dan mendirikan 41 kompleks tertutup yang digunakan untuk melindungi para pemodal serta mengamankan kegiatan ilegal mereka. Selain penipuan daring, jaringan ini juga terbukti terlibat dalam berbagai tindak kejahatan berat seperti pembunuhan, penculikan, pemerasan, perdagangan narkoba, prostitusi paksa, dan pengoperasian kasino ilegal.

Kerugian finansial akibat kejahatan kelompok Bai diperkirakan mencapai lebih dari 29 miliar yuan, atau sekitar US$ 4 miliar. Tak hanya itu, laporan dari Xinhua News Agency menyebutkan bahwa sindikat ini juga diduga memproduksi serta memperdagangkan 11 ton metamfetamin.

Vonis ini menjadi bagian dari langkah tegas pemerintah China dalam memberantas jaringan kriminal lintas negara yang berbasis di wilayah utara Myanmar dan telah merugikan banyak warga negara Tiongkok.

Proses persidangan terhadap keluarga Bai dimulai pada September 2025, setelah jaksa resmi mengajukan tuntutan pada Juli 2025. Dua minggu sebelum sidang tersebut dimulai, media pemerintah Tiongkok sempat menayangkan pengakuan dari Wei Huairen (alias Wai San), pemimpin geng besar lain di Kokang, Myanmar, yang juga mengoperasikan bisnis kejahatan serupa meliputi penipuan, perjudian, prostitusi, dan narkoba.

Kementerian Keamanan Publik China menyatakan bahwa keluarga Wei bertanggung jawab atas kematian sedikitnya delapan warga negara Tiongkok. Sementara itu, pada September 2025, Pengadilan Zhejiang juga menjatuhkan hukuman mati kepada 11 anggota keluarga Ming, kelompok kriminal terkenal lainnya di Kokang. Pemimpin mereka, Ming Xuechang, dilaporkan bunuh diri pada tahun 2023 setelah ditangkap oleh pihak berwenang.

Dalam dua tahun terakhir, China dan Myanmar memperkuat kerja sama dalam memberantas kejahatan siber dan penipuan daring lintas negara. Pemerintah Tiongkok kini lebih agresif menindak kelompok kriminal yang memikat warga dengan tawaran pekerjaan palsu di wilayah utara Myanmar, kemudian memaksa mereka bekerja di bawah tekanan untuk menjalankan aktivitas ilegal bagi sindikat-sindikat kejahatan tersebut.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *