Home / Kabar Berita / Rob Jetten Siap Ukir Sejarah Sebagai Perdana Menteri Termuda dan Gay Pertama di Belanda

Rob Jetten Siap Ukir Sejarah Sebagai Perdana Menteri Termuda dan Gay Pertama di Belanda

majalahsuaraforum.com – Pemimpin partai Demokrat 66 (D66), Rob Jetten, berpotensi menorehkan sejarah baru dalam politik Belanda. Politikus berusia 38 tahun itu disebut-sebut berpeluang besar menjadi perdana menteri termuda sekaligus gay pertama dalam sejarah negara tersebut, setelah partainya berhasil unggul sementara dalam Pemilihan Umum Belanda 2025.

Menurut laporan dari kantor berita nasional ANP, pada Jumat (31/10/2025) malam, D66 berhasil unggul dengan selisih 14.081 suara atas Partai Kebebasan (PVV) yang dipimpin oleh politikus sayap kanan Geert Wilders. Kedua partai sama-sama diproyeksikan akan memperoleh sekitar 26 kursi dari total 150 kursi parlemen, menandakan pertarungan yang berlangsung sangat ketat.

Hasil sementara ini disebut ANP sebagai kemenangan luar biasa bagi Jetten, mengingat dominasi politik Geert Wilders dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, hasil resmi pemilihan baru akan diumumkan oleh Dewan Pemilihan Belanda pada 7 November 2025. Meski begitu, Rob Jetten telah menyatakan kemenangan lebih awal dengan alasan masyarakat membutuhkan kepastian politik setelah masa kampanye yang melelahkan.

“Rakyat Belanda menuntut kami segera bekerja,” ujar Rob Jetten dalam pernyataannya.

Jetten menyampaikan bahwa keberhasilan D66 merupakan hasil dari pesan optimisme dan kampanye yang berfokus pada persatuan serta solusi nyata, bukan pada retorika kebencian. Ia juga menyinggung gaya politik Geert Wilders yang dikenal dengan pandangan anti-Islam dan antiimigrasi.

“Kita telah menunjukkan kepada Eropa dan dunia bahwa gerakan populis bisa dikalahkan dengan pesan positif,” tutur Jetten.

Sementara itu, Kajsa Ollongren, mantan Menteri Pertahanan Belanda yang juga berasal dari D66, memberikan dukungan penuh terhadap Jetten. Ia meyakini Jetten memiliki kemampuan untuk membawa Belanda ke arah yang lebih baik dan menyatukan perbedaan politik yang sempat memecah masyarakat.

“Saya yakin jika kami menang, dia akan menyatukan negara dan membalikkan spiral negatif yang diciptakan Wilders,” ujar Ollongren.

Menanggapi deklarasi kemenangan dini Jetten, Geert Wilders memberikan komentar bernada sinis melalui akun media sosialnya.

“Komisi Pemilihan Umum yang memutuskan, bukan ANP. Sungguh arogan jika tidak menunggu,” tulis Wilders di platform X.

Apabila Rob Jetten resmi ditetapkan sebagai pemenang dan menjadi perdana menteri, ia akan mencatatkan sejarah sebagai pemimpin termuda sekaligus gay pertama di Belanda. Meski demikian, orientasi seksualnya tidak pernah dijadikan bahan kampanye dan tidak dianggap berpengaruh signifikan terhadap elektabilitasnya.

Belanda sendiri telah lama dikenal sebagai negara dengan nilai-nilai toleransi tinggi dan pelopor kesetaraan, termasuk menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Di luar dunia politik, Jetten juga dikenal publik lewat kisah cintanya dengan atlet hoki asal Argentina, Nicolas Keenan. Kisah pasangan ini sempat viral di media sosial pada tahun 2021. Kini keduanya telah bertunangan dan berencana menikah pada Agustus 2026.

Dalam kampanyenya, Jetten kerap mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat kolaborasi dan optimisme, serta meninggalkan politik perpecahan. Ia menegaskan bahwa Belanda membutuhkan kepemimpinan yang menatap masa depan dengan harapan dan keberanian.

Jika resmi menjabat, Rob Jetten diyakini akan menjadi simbol generasi baru dalam politik Belanda  generasi yang mengedepankan keterbukaan, keberagaman, dan politik yang humanis, sekaligus menandai babak baru dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *