majalahsuaraforum.com – Suasana ITC Fatmawati, Jakarta Selatan, mendadak gempar pada Rabu (15/10/2025) setelah seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi pusat perbelanjaan tersebut. Korban diketahui merupakan pegawai di salah satu toko elektronik yang beroperasi di dalam gedung ITC Fatmawati.
Kabar penemuan jasad tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pengunjung dan pegawai sekitar. Namun pihak kepolisian dengan cepat memberikan klarifikasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami pastikan tidak ada unsur pembunuhan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kamar mandi lantai satu ITC Fatmawati, dan hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, AKP Suparmin.
Korban, yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun, pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya sendiri. Rekan tersebut merasa curiga karena korban tidak juga kembali ke toko setelah berpamitan untuk ke kamar mandi. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban untuk mengetahui latar belakang kesehatannya. Dari hasil keterangan keluarga, diketahui bahwa korban sudah lama menderita penyakit tuberkulosis (TBC) pada paru-paru. Dugaan sementara, darah yang ditemukan di lokasi berasal dari muntah darah atau batuk berdarah akibat penyakit tersebut.
“Darah itu berasal dari mulut korban. Setelah kami konfirmasi kepada keluarga, memang benar korban sudah lama mengidap penyakit TBC,” ungkap AKP Suparmin menegaskan.
Kepolisian memastikan tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta memastikan penyebab pasti kematiannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit menular seperti TBC, yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara intensif.
Hil.











