Home / Hukum - Kriminal / Tragis, Gadis Sukabumi Dijual Rp 200 Juta ke Pria China: Disekap, Dinikahkan Online, dan Disiksa

Tragis, Gadis Sukabumi Dijual Rp 200 Juta ke Pria China: Disekap, Dinikahkan Online, dan Disiksa

majalahsuaraforum.com – Kasus perdagangan manusia kembali menggemparkan publik. Seorang gadis berinisial RR (23) asal Kabupaten Sukabumi menjadi korban jaringan perdagangan orang dengan modus tawaran pekerjaan ke luar negeri. RR dijual seharga Rp 200 juta kepada seorang pria di China, lalu dipaksa menikah, menjadi budak seks, dan kerap mendapat penyiksaan.

Kuasa hukum korban, Rangga Suria, menjelaskan bahwa kasus bermula saat RR yang bekerja di sebuah pabrik mendapat tawaran kerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dari seorang temannya di China. Tawaran tersebut menjanjikan gaji besar, yakni antara Rp 13 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Korban mengenal orang tersebut melalui media sosial.

“Korban ditawari pekerjaan asisten rumah tangga oleh kenalannya di China dengan gaji Rp 13 juta sampai Rp 30 juta. Tawaran itu yang membuat korban tertarik,” ujar Rangga, Ahad (21/9/2025).

Kronologi Penyiksaan dan Penjualan Untuk menindaklanjuti tawaran itu, RR berangkat ke Cugenang, Cianjur, dan bertemu dengan kakak beradik berinisial Y dan JA. Dari sana, ia kemudian dibawa ke Bogor dan disekap oleh seorang pria berinisial A selama kurang lebih dua pekan.

Selama dalam sekapan, RR dinikahkan secara online dengan pria asal China. Ia juga disiapkan dokumen keberangkatan hingga akhirnya dikirim ke Negeri Tirai Bambu pada bulan Mei 2025.

Setibanya di sana, nasib RR jauh dari harapan. Ia dipaksa melayani pria tersebut sebagai budak seks, sering dipukul, dan diperlakukan tidak manusiawi. Keluarga korban yang semula kehilangan kontak akhirnya mengetahui bahwa pria tersebut menuntut ganti rugi Rp 200 juta karena mengklaim telah membeli RR.

Respon Pemerintah dan Aparat Keluarga yang tidak kunjung mendapat kabar dari RR melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Informasi tersebut kemudian berkembang dan viral di media. Setelah itu, pihak keluarga memperoleh kabar bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di China sudah meminta bantuan polisi setempat untuk memeriksa keberadaan RR.

“Polisi Tiongkok marah akhirnya laki-laki itu harus dipisahkan dengan R. R di lantai atas, pria itu di bawah,” kata Rangga menjelaskan kondisi terkini korban.

Pihak berwenang di Indonesia kini tengah menelusuri keterlibatan sejumlah orang dari Cianjur, Bogor, hingga Jakarta yang diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan manusia tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat serius tentang bahaya sindikat perdagangan orang yang memanfaatkan media sosial sebagai alat perekrutan, sekaligus mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap warganya.

Octa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh